Jakarta, Semangatnews.com – Penampilan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, di ajang Moto3 Spanyol 2026 mendapat sorotan tajam dari manajemen tim Honda. Meski berhasil finis di posisi enam besar, performanya disebut masih jauh dari ideal.
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menilai jalannya balapan Veda tidak berjalan mulus. Ia menyebut banyak aspek teknis dan strategi yang belum berjalan sesuai rencana.
Menurut Aoyama, salah satu masalah utama adalah inkonsistensi performa sepanjang akhir pekan balapan. Hal ini terlihat sejak sesi kualifikasi hingga race utama.
Veda diketahui harus memulai balapan dari posisi ke-17 setelah mengalami kecelakaan di sesi kualifikasi. Insiden tersebut membuatnya kehilangan peluang start dari posisi yang lebih kompetitif.
Kondisi ini membuat balapan menjadi lebih sulit sejak awal. Veda harus berjuang keras menyalip satu per satu pembalap di depannya untuk masuk ke barisan depan.
Meski demikian, pembalap asal Gunungkidul itu mampu menunjukkan daya juang tinggi. Ia berhasil merangsek naik hingga finis di posisi keenam di Sirkuit Jerez.
Aoyama mengakui hasil tersebut patut diapresiasi, namun tetap menilai performa keseluruhan belum stabil. Ia menyebut masih banyak kesalahan kecil yang berdampak besar pada hasil akhir.
Salah satu yang disoroti adalah pengambilan keputusan di lintasan. Veda dinilai perlu lebih presisi dalam menentukan momen menyalip dan menjaga ritme balapan.
Selain faktor pembalap, tim juga mengakui adanya kendala teknis yang turut memengaruhi performa. Penyesuaian motor disebut belum sepenuhnya optimal sepanjang akhir pekan.
Meski begitu, pihak Honda tetap optimistis terhadap potensi Veda. Mereka melihat adanya perkembangan signifikan, terutama dalam hal mental bertanding dan keberanian di lintasan.
Evaluasi dari balapan di Spanyol ini akan menjadi bahan penting bagi tim untuk memperbaiki performa di seri berikutnya, dengan harapan Veda bisa tampil lebih konsisten dan kompetitif.(*)

