Jelang Evaluasi MSCI, Asing Diam-Diam Serok Saham Komoditas dan Blue Chip

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Pergerakan investor asing di pasar modal Indonesia mulai menunjukkan pola yang menarik menjelang pengumuman evaluasi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada pertengahan Mei 2026. Meski masih mencatat aksi jual bersih, sejumlah saham unggulan justru diam-diam dikoleksi asing.

Pada perdagangan Rabu (6/5/2026), investor asing tercatat masih melakukan net foreign sell sebesar Rp482,1 miliar di seluruh pasar. Namun di balik tekanan jual tersebut, terdapat sejumlah saham yang justru mengalami pembelian signifikan oleh investor global.

Saham berbasis komoditas menjadi salah satu target utama pembelian asing. PT Timah Tbk (TINS) mencatat net foreign buy terbesar dengan nilai mencapai Rp87,2 miliar, disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp71,7 miliar.

Selain sektor tambang, saham blue chip juga kembali dilirik investor asing. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) diborong asing senilai Rp53,8 miliar, sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat pembelian bersih Rp38,2 miliar.

Analis menilai aksi beli selektif tersebut menunjukkan investor global mulai melakukan reposisi portofolio menjelang keputusan MSCI yang berpotensi memengaruhi aliran dana asing ke pasar berkembang, termasuk Indonesia.

IHSG sendiri berhasil bertahan di zona hijau selama tiga hari berturut-turut. Pada penutupan perdagangan terakhir, indeks menguat 0,50 persen atau naik 35,36 poin ke level 7.092,47.

Penguatan indeks ditopang sektor teknologi dan barang baku yang menjadi motor kenaikan pasar. Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi domestik kuartal I-2026 juga turut menopang sentimen investor di tengah tekanan eksternal.

Di sisi lain, tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih membuat investor asing cenderung berhati-hati. Meski demikian, aksi beli pada saham tertentu menunjukkan pasar Indonesia masih dianggap menarik, terutama pada emiten berfundamental kuat.

Sejumlah saham lain yang juga masuk daftar pembelian asing terbesar yakni PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), hingga PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Pelaku pasar kini menanti hasil evaluasi MSCI yang dijadwalkan diumumkan pada 12 Mei 2026. Evaluasi tersebut dipandang penting karena dapat menentukan arus dana asing masuk maupun keluar dari pasar saham Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.

Dengan pola transaksi yang mulai berubah, investor domestik dinilai perlu mencermati saham-saham yang diam-diam mulai dikoleksi asing. Pergerakan tersebut kerap dianggap menjadi sinyal awal perubahan arah pasar menjelang momentum besar di bursa global.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.