Jakarta, Semangatnews.com – Pengungkapan besar dilakukan Bareskrim Polri setelah membongkar markas judi online internasional yang beroperasi di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Sebanyak 321 warga negara asing diamankan dalam operasi gabungan yang berlangsung sejak Kamis, 7 Mei 2026.
Gedung yang menjadi lokasi penggerebekan ternyata tampak seperti perkantoran biasa dari luar. Namun di balik aktivitas normal tersebut, polisi menemukan jaringan perjudian online internasional yang dijalankan secara terstruktur menggunakan perangkat digital modern.
Sekretaris NCB Interpol Divhubinter Polri Brigjen Untung Widyatmoko menyebut situasi di gedung tersebut sangat tidak mencurigakan. Aparat bahkan mendapati aktivitas perjudian digital dilakukan secara profesional layaknya perusahaan teknologi.
Dalam pengungkapan itu, mayoritas pelaku berasal dari Vietnam dengan jumlah mencapai 228 orang. Selain itu terdapat 57 warga negara China, 11 warga Laos, 13 warga Myanmar, lima warga Thailand, tiga warga Malaysia, dan tiga warga Kamboja.
Polisi menyatakan seluruh pelaku ditangkap tangan ketika sedang menjalankan operasional judi online. Aktivitas tersebut diduga telah berlangsung selama beberapa bulan dengan sistem kerja bergantian selama 24 jam penuh.
Selain mengamankan para pelaku, aparat juga menyita berbagai barang bukti penting. Di antaranya komputer, laptop, ponsel, paspor asing, brankas, hingga uang tunai dari berbagai mata uang negara lain.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan sekitar 75 domain dan situs judi online yang digunakan jaringan tersebut untuk beroperasi. Situs-situs itu diduga menyasar korban dari berbagai negara dengan sistem transaksi digital lintas batas.
Bareskrim Polri kini juga tengah melakukan digital forensik terhadap perangkat elektronik yang disita. Pemeriksaan dilakukan untuk melacak server utama, aliran dana, hingga kemungkinan keterlibatan jaringan internasional lainnya.
Polri menduga Indonesia mulai dijadikan lokasi baru operasi kejahatan digital internasional setelah sejumlah negara Asia Tenggara memperketat pengawasan terhadap aktivitas judi online dan penipuan daring.
Meski ratusan operator telah diamankan, polisi mengaku masih memburu sosok bos utama jaringan perjudian tersebut. Hingga kini aparat baru menangkap para koordinator lapangan dan operator teknis yang bekerja di lokasi.
Kasus ini menjadi salah satu pengungkapan judi online terbesar sepanjang 2026. Polisi menegaskan akan terus memperluas penyelidikan guna membongkar jaringan internasional di balik operasional markas judi online berkedok kantor biasa tersebut.(*)

