Jakarta, Semangatnews.com – Pergerakan saham sektor perbankan kembali menjadi sorotan pasar setelah investor asing tercatat ramai memborong saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BBRI. Di saat yang sama, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru mengalami aksi jual besar-besaran.
Fenomena tersebut terjadi di tengah kondisi pasar saham Indonesia yang masih bergerak fluktuatif sepanjang awal Mei 2026. Investor asing terlihat mulai melakukan rotasi portofolio pada saham-saham perbankan berkapitalisasi jumbo atau big caps.
Data perdagangan menunjukkan BBRI menjadi salah satu saham yang paling banyak dikoleksi investor asing dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Aksi beli itu dinilai menjadi sinyal bahwa sebagian pelaku pasar mulai melihat valuasi saham BBRI semakin menarik.
Sementara itu, tekanan jual justru menghantam BBCA dan BMRI. Kedua saham perbankan raksasa tersebut menjadi kontributor utama aksi net sell asing yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah dalam sehari perdagangan.
Analis pasar modal menilai aksi jual di saham BBCA dan BMRI dipengaruhi strategi profit taking investor asing setelah kedua saham tersebut sebelumnya mengalami penguatan cukup signifikan. Selain itu, kondisi global juga ikut memengaruhi arus modal asing keluar dari pasar negara berkembang.
Tekanan pada saham-saham bank besar ini turut memengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG. Dalam beberapa pekan terakhir, IHSG tercatat bergerak melemah akibat derasnya arus keluar dana asing dari sektor keuangan.
Meski demikian, sejumlah pelaku pasar menilai aksi beli asing terhadap BBRI menjadi sinyal positif bagi sektor perbankan nasional. Bank pelat merah itu dinilai masih memiliki fundamental kuat dengan basis kredit mikro yang besar dan stabil.
Di sisi lain, BBCA tetap dianggap sebagai saham defensif yang banyak dipilih investor jangka panjang. Kendati mengalami tekanan jual sementara, bank swasta terbesar di Indonesia itu dinilai masih memiliki profitabilitas yang solid.
BMRI juga masih menjadi perhatian investor karena konsistensi pertumbuhan laba dan ekspansi bisnis perusahaan. Namun volatilitas pasar global membuat investor asing lebih berhati-hati dalam menempatkan dana di saham perbankan besar.
Sepanjang 2026, aksi jual investor asing memang tercatat cukup besar di pasar saham Indonesia. Beberapa laporan menyebut net sell asing telah mencapai puluhan triliun rupiah dan mayoritas berasal dari saham sektor perbankan.
Meski tekanan pasar masih berlangsung, analis menilai sektor perbankan tetap menjadi tulang punggung utama IHSG. Karena itu, pergerakan saham BBRI, BBCA, dan BMRI diperkirakan masih akan menjadi penentu arah pasar saham Indonesia dalam beberapa waktu ke depan.(*)

