Jakarta, Semangatnews.com – Kabar mengejutkan datang dari dunia bulutangkis Indonesia setelah tunggal putri andalan nasional Gregoria Mariska Tunjung resmi memutuskan mundur dari Pelatnas PBSI di Cipayung. Keputusan tersebut diumumkan pada Jumat, 15 Mei 2026 dan langsung menjadi perhatian pecinta bulutangkis Tanah Air.
PBSI menyatakan telah menerima dan menghormati keputusan Gregoria yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung sektor tunggal putri Indonesia. Atlet peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu disebut telah berdiskusi langsung dengan Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian dan pelatih tunggal putri Imam Tohari sebelum mengambil langkah besar tersebut.
Dalam surat pengunduran dirinya, Gregoria menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus dan pelatih PBSI yang telah mendampinginya selama 12 tahun terakhir di Pelatnas. Ia mengaku mendapat banyak pengalaman dan pelajaran berharga selama membela Merah Putih di level internasional.
Alasan utama Gregoria mundur disebut berkaitan dengan kondisi kesehatannya yang belum sepenuhnya pulih dari gangguan vertigo. PBSI menjelaskan bahwa proses pemulihan masih berlangsung dan membuat Gregoria belum merasa siap kembali bertanding di level elite dunia.
Gangguan kesehatan tersebut sebenarnya sudah mulai menghambat aktivitas Gregoria sejak 2025 lalu. Ia bahkan sempat absen dari sejumlah turnamen besar demi fokus menjalani pemulihan dan terapi medis.
Meski menghadapi masalah kesehatan, Gregoria tetap menunjukkan semangat juang luar biasa dalam beberapa kesempatan. Ia sempat kembali tampil di sejumlah turnamen internasional meski harus menggunakan kacamata khusus untuk mengurangi efek lampu sorot arena pertandingan.
Selama membela Indonesia, Gregoria dikenal sebagai salah satu atlet paling konsisten di sektor tunggal putri. Ia merupakan juara dunia junior 2017 dan berhasil menembus ranking lima dunia pada awal 2025.
Prestasi Gregoria juga menjadi kebanggaan Indonesia di berbagai ajang beregu internasional. Ia turut membawa Indonesia meraih gelar juara Badminton Asia Team Championships 2022 serta menyumbang banyak poin penting di Uber Cup dan Sudirman Cup.
Kepergian Gregoria dari Pelatnas tentu meninggalkan tantangan besar bagi regenerasi tunggal putri Indonesia. Nama-nama muda seperti Putri Kusuma Wardani kini diprediksi akan mendapat sorotan lebih besar untuk melanjutkan estafet prestasi sektor tunggal putri nasional.
PBSI sendiri menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan perjuangan Gregoria selama membela Indonesia. Federasi berharap atlet asal Wonogiri itu dapat segera pulih dan tetap sukses dalam perjalanan hidup berikutnya.
Keputusan Gregoria mundur dari Pelatnas menandai berakhirnya salah satu era penting tunggal putri Indonesia. Namun bagi banyak penggemar bulutangkis nasional, nama Gregoria Mariska Tunjung akan tetap dikenang sebagai atlet pekerja keras yang mengangkat kembali prestasi sektor tunggal putri Indonesia di panggung dunia.(*)

