Jakarta, Semangatnews.com – Pemerintah Indonesia mulai menjadikan ikan nila atau tilapia sebagai salah satu komoditas unggulan baru di sektor ekspor perikanan. Langkah ini dilakukan setelah permintaan pasar Amerika Serikat dan Eropa terhadap ikan nila asal Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan menyebut ikan nila kini menjadi primadona baru di pasar global. Produk perikanan ini bahkan berhasil mencatatkan zero rejection atau tanpa penolakan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP KKP Erwin Dwiyana mengatakan ikan tilapia memiliki daya tarik besar karena rasanya ringan dan mudah diolah. Kandungan protein yang tinggi serta kadar lemak jenuh yang rendah membuat ikan ini semakin diminati konsumen internasional.
Di pasar global, ikan nila bahkan dijuluki sebagai “Chicken of The Sea” karena fleksibilitas pengolahannya yang mirip daging ayam. Selain itu, kandungan Omega-3, vitamin B12, dan mineral lain membuat produk ini dianggap sehat untuk konsumsi harian.
KKP menegaskan keberhasilan ekspor ikan nila Indonesia tidak lepas dari penerapan standar kualitas internasional yang sangat ketat. Seluruh eksportir diwajibkan memenuhi sertifikasi seperti HACCP, Health Certificate, hingga GLOBALG.A.P dan BRC.
Standar tinggi tersebut membuat kepercayaan pasar Eropa terhadap produk Indonesia meningkat. Salah satu produsen ikan nila nasional bahkan berhasil memasok jaringan restoran dan pub besar di Inggris bernama Greene King.
Pemerintah menilai peluang ekspor ikan nila masih sangat besar karena konsumsi produk perikanan sehat terus meningkat di dunia. Pasar Eropa dan Amerika disebut mulai mencari alternatif sumber protein yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Selain meningkatkan devisa negara, penguatan ekspor ikan nila juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor budidaya perikanan dalam negeri. Banyak daerah kini mulai mengembangkan sentra budidaya nila untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
Sebelumnya, KKP juga telah mengembangkan proyek budidaya nila salin di sejumlah wilayah seperti Karawang, Jawa Barat. Program tersebut ditujukan untuk memperbesar kapasitas produksi sekaligus menjaga kualitas hasil panen.
Pengamat perikanan menilai keberhasilan ikan nila menembus pasar Eropa menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperluas dominasi ekspor produk perikanan nonudang. Selama ini, ekspor perikanan nasional masih sangat bergantung pada komoditas udang dan tuna.
Kini pemerintah optimistis ikan nila dapat menjadi salah satu tulang punggung baru ekspor perikanan Indonesia. Dengan kualitas yang terus dijaga dan permintaan global yang meningkat, ikan nila diprediksi mampu membawa industri perikanan nasional naik kelas di pasar dunia.(*)

