Drone Hizbullah Hantam Lebanon Selatan, Perwira Militer Israel Dilaporkan Tewas

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Ketegangan di perbatasan Israel dan Lebanon kembali memanas setelah serangan drone yang diduga dilancarkan kelompok Hizbullah menewaskan seorang perwira militer Israel di Lebanon Selatan. Insiden tersebut menjadi salah satu eskalasi terbaru dalam konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Militer Israel mengonfirmasi adanya korban jiwa dari pihak mereka akibat serangan udara tak berawak yang menghantam posisi pasukan di dekat wilayah perbatasan. Serangan itu disebut terjadi secara tiba-tiba saat pasukan sedang menjalankan operasi pengamanan rutin.

Menurut laporan media setempat, drone Hizbullah berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel sebelum menghantam kendaraan militer di kawasan Lebanon Selatan. Ledakan besar dilaporkan terjadi sesaat setelah drone mencapai target.

Perwira Israel yang tewas disebut merupakan salah satu komandan lapangan yang bertugas mengawasi operasi militer di wilayah utara. Identitas korban belum diumumkan secara lengkap oleh otoritas militer Israel.

Kelompok Hizbullah mengklaim serangan tersebut sebagai bentuk balasan atas operasi militer Israel yang sebelumnya menewaskan sejumlah pejuang mereka di wilayah Lebanon. Hizbullah menyebut serangan drone dilakukan dengan “presisi tinggi”.

Konflik antara Israel dan Hizbullah memang terus meningkat sejak perang Gaza kembali memanas beberapa waktu terakhir. Serangan lintas perbatasan kini hampir terjadi setiap hari di kawasan utara Israel dan Lebanon Selatan.

Pemerintah Israel langsung merespons serangan tersebut dengan meluncurkan serangan balasan ke sejumlah titik yang diduga menjadi basis Hizbullah. Jet tempur Israel dilaporkan membombardir beberapa desa di Lebanon Selatan.

Warga sipil di kawasan perbatasan kembali hidup dalam ketakutan akibat meningkatnya intensitas serangan. Banyak keluarga memilih mengungsi ke daerah yang dianggap lebih aman untuk menghindari konflik bersenjata.

Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelumnya telah memperingatkan bahwa konflik antara Israel dan Hizbullah berpotensi berkembang menjadi perang regional yang lebih besar. Situasi di perbatasan dinilai sangat rentan memicu eskalasi baru.

Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa juga meminta kedua pihak menahan diri agar ketegangan tidak semakin meluas. Diplomasi internasional terus dilakukan untuk mencegah pecahnya perang terbuka di kawasan tersebut.

Pengamat militer menilai penggunaan drone oleh Hizbullah menunjukkan perubahan strategi perang modern di Timur Tengah. Teknologi pesawat tanpa awak kini menjadi ancaman serius bahkan bagi militer dengan sistem pertahanan canggih sekalipun.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.