Iran Siap Kenakan Tarif Kapal di Selat Hormuz, Dunia Khawatir Harga Minyak Meledak

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Pemerintah Iran kembali menjadi sorotan internasional setelah muncul rencana penerapan tarif bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Jalur laut strategis tersebut selama ini menjadi salah satu urat nadi utama distribusi minyak dunia.

Parlemen Iran disebut tengah membahas rancangan aturan yang memungkinkan Teheran memungut biaya transit bagi kapal asing yang melewati kawasan tersebut. Langkah itu muncul di tengah memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Selat Hormuz memiliki posisi sangat penting karena dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia setiap harinya. Gangguan sekecil apa pun di kawasan itu berpotensi mengguncang pasar energi global.

Iran beralasan tarif tersebut diperlukan sebagai kompensasi atas pengamanan jalur pelayaran internasional di kawasan Teluk. Pemerintah Iran juga menilai negara-negara pengguna jalur tersebut seharusnya ikut membayar biaya keamanan.

Rencana tersebut langsung memicu reaksi keras dari sejumlah negara Barat. Amerika Serikat bahkan meminta Iran membatalkan kebijakan itu karena dianggap dapat memperburuk ketegangan global dan mengganggu perdagangan internasional.

Presiden Donald Trump sempat menanggapi isu tersebut dengan pernyataan kontroversial. Ia mengatakan lebih baik Amerika Serikat yang memungut tarif kapal di Selat Hormuz dibanding Iran.

Selain tekanan politik, kebijakan Iran juga memunculkan kekhawatiran di sektor pelayaran dan energi dunia. Banyak perusahaan tanker mulai mempertimbangkan ulang rute pelayaran akibat meningkatnya risiko di kawasan tersebut.

Organisasi Maritim Internasional PBB bahkan menilai rencana pungutan tersebut berpotensi melanggar hukum pelayaran internasional. PBB meminta seluruh pihak menahan diri agar stabilitas jalur perdagangan global tetap terjaga.

Situasi di Selat Hormuz sebelumnya sempat membuat ribuan kapal tertahan dan memicu lonjakan harga minyak dunia. Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel disebut menjadi pemicu utama krisis tersebut.

Indonesia sendiri ikut mencermati perkembangan tersebut karena jalur Hormuz sangat penting bagi distribusi energi nasional. Beberapa kapal tanker Pertamina sebelumnya sempat terdampak pembatasan pelayaran di kawasan itu.

Para pengamat menilai keputusan Iran soal Selat Hormuz dapat menjadi penentu stabilitas ekonomi global dalam beberapa bulan ke depan. Jika ketegangan terus meningkat, dunia berisiko menghadapi lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok internasional.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.