Jakarta, Semangatnews.com – Harga emas Antam kembali mengalami penurunan pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026. Pelemahan ini menjadi lanjutan tren koreksi harga logam mulia dalam beberapa hari terakhir di tengah tekanan pasar global.
Berdasarkan data terbaru, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di kisaran Rp2,86 juta per gram. Angka tersebut tercatat stagnan hingga cenderung melemah dibandingkan posisi tertinggi sebelumnya.
Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga masih berada di level sekitar Rp2,59 juta per gram. Kondisi ini membuat sebagian investor mulai memilih menahan transaksi sambil memantau arah pasar.
Pergerakan harga emas domestik dipengaruhi sejumlah faktor global, termasuk penguatan dolar Amerika Serikat dan ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed. Sentimen tersebut membuat harga emas dunia bergerak fluktuatif.
Analis menilai tekanan terhadap emas terjadi karena investor global mulai kembali masuk ke aset berisiko seperti saham dan obligasi. Kondisi itu mengurangi minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai sementara waktu.
Meski demikian, sebagian pelaku pasar masih melihat emas sebagai instrumen investasi jangka panjang yang cukup aman. Ketidakpastian geopolitik dan pelemahan sejumlah mata uang dunia dinilai masih dapat menopang harga emas ke depan.
Di Pegadaian, harga emas Antam berbagai ukuran tercatat belum banyak bergerak. Untuk ukuran 0,5 gram dijual sekitar Rp1,48 juta, sementara ukuran 10 gram berada di kisaran Rp28 jutaan.
Investor ritel disebut mulai lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pembelian. Sebagian memilih menunggu momentum penurunan lebih dalam sebelum kembali mengoleksi logam mulia.
Sepanjang 2026, harga emas Antam sebenarnya masih mencatat kenaikan dibanding awal tahun. Namun volatilitas tinggi membuat pergerakan harga menjadi lebih sulit diprediksi dalam jangka pendek.
Pengamat pasar memperkirakan arah harga emas dalam beberapa pekan ke depan akan sangat bergantung pada kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Di tengah kondisi pasar yang belum stabil, masyarakat diimbau tetap mempertimbangkan tujuan investasi sebelum membeli emas. Selain harga jual, selisih buyback juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan investor.(*)

