Dolar AS Tembus Rp17.630, Rupiah Masuk Zona Merah dan Pasar Keuangan Bergejolak

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan Senin pagi setelah dolar Amerika Serikat menembus level Rp17.630. Angka tersebut menjadi salah satu titik terlemah rupiah sepanjang sejarah perdagangan modern di Indonesia.

Berdasarkan data Refinitiv yang dikutip CNBC Indonesia, rupiah dibuka melemah hingga 0,97 persen terhadap dolar AS. Pelemahan tajam ini langsung memicu kekhawatiran di pasar keuangan domestik.

Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Penguatan dolar AS dipicu ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga tinggi bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.

Selain faktor global, pasar juga menyoroti kondisi domestik Indonesia. Investor asing disebut mulai berhati-hati terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah dan independensi bank sentral.

Kondisi tersebut membuat arus modal asing keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Akibatnya, tekanan terhadap rupiah semakin besar dalam beberapa pekan terakhir.

Tidak hanya pasar valuta asing, gejolak juga terjadi di bursa saham. IHSG dilaporkan sempat anjlok tajam setelah libur panjang, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi nasional.

Kenaikan dolar AS juga dipicu lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun yang sempat menyentuh level tertinggi dalam setahun terakhir. Situasi itu membuat aset dolar semakin menarik bagi investor global.

Di sisi lain, lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik internasional ikut memperburuk tekanan terhadap rupiah. Indonesia sebagai negara pengimpor energi disebut rentan terdampak kenaikan biaya impor.

Pemerintah dan Bank Indonesia kini terus melakukan langkah stabilisasi pasar. Intervensi di pasar valuta asing dilakukan guna menjaga kepercayaan investor dan menahan laju pelemahan rupiah.

Presiden Prabowo Subianto sendiri menilai pelemahan rupiah tidak terlalu berdampak langsung terhadap masyarakat pedesaan. Ia menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat dan tetap mampu memenuhi kebutuhan pangan serta energi nasional.

Pelaku pasar kini menunggu hasil rapat kebijakan moneter Bank Indonesia dalam pekan ini. Keputusan suku bunga dan langkah stabilisasi berikutnya diperkirakan akan sangat menentukan arah rupiah dalam jangka pendek.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.