DPR Semprot BI soal Rupiah Melemah, Nasib Kelas Menengah Jadi Sorotan Tajam

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Rapat kerja antara Komisi XI DPR RI dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, berlangsung panas setelah sejumlah anggota dewan melontarkan kritik keras terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Dalam rapat tersebut, kondisi ekonomi masyarakat kelas menengah ikut menjadi perhatian utama para legislator.

Para anggota DPR menilai pelemahan rupiah yang sudah menyentuh kisaran Rp17.600 per dolar AS mulai memberi tekanan serius terhadap daya beli masyarakat. Mereka khawatir kondisi ini akan mempersempit kemampuan konsumsi kelas menengah yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam forum itu, sejumlah anggota Komisi XI mempertanyakan langkah konkret Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Mereka meminta otoritas moneter lebih agresif mengantisipasi gejolak global yang terus menekan rupiah dalam beberapa pekan terakhir.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah dipicu situasi global yang belum stabil, termasuk konflik geopolitik dan penguatan dolar AS di pasar internasional. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga banyak negara berkembang lainnya.

Meski demikian, DPR menilai penjelasan tersebut belum cukup menenangkan masyarakat. Beberapa anggota dewan menyebut pelemahan rupiah mulai terasa di berbagai sektor, terutama kenaikan harga barang impor dan meningkatnya biaya hidup masyarakat perkotaan.

Kelas menengah disebut menjadi kelompok yang paling rentan terdampak. Di satu sisi penghasilan mereka tidak meningkat signifikan, sementara di sisi lain harga kebutuhan sehari-hari terus mengalami kenaikan akibat tekanan kurs dan inflasi impor.

Dalam rapat tersebut, DPR juga meminta BI dan pemerintah memperkuat koordinasi fiskal dan moneter agar tekanan terhadap rupiah tidak semakin dalam. Legislator mengingatkan bahwa ketidakstabilan kurs dapat memicu perlambatan konsumsi domestik jika tidak segera diatasi.

Sorotan terhadap kelas menengah muncul karena kelompok ini selama bertahun-tahun menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ketika daya beli mereka melemah, dampaknya dinilai bisa langsung terasa terhadap sektor perdagangan, properti, hingga industri jasa.

Sejumlah anggota DPR bahkan meminta pemerintah menyiapkan langkah perlindungan bagi masyarakat berpenghasilan menengah agar tidak semakin terbebani situasi ekonomi global. Kebijakan subsidi, stabilisasi harga pangan, dan pengendalian inflasi dinilai harus diperkuat dalam waktu dekat.

Di tengah kritik tersebut, BI memastikan tetap menjaga stabilitas ekonomi melalui intervensi pasar dan kebijakan moneter yang terukur. Perry Warjiyo menegaskan bank sentral terus memantau pergerakan pasar keuangan global secara intensif untuk mengurangi tekanan terhadap rupiah.

Rapat kerja yang berlangsung tegang itu menunjukkan besarnya perhatian DPR terhadap kondisi ekonomi nasional saat ini. Pelemahan rupiah bukan lagi sekadar persoalan angka di pasar keuangan, tetapi sudah menyentuh langsung kehidupan masyarakat, terutama kelas menengah yang kini semakin tertekan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.