Purbaya Balas Kritik Media Asing soal Defisit APBN, Sebut Ekonomi RI Justru Layak Dipuji

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons kritik media asing terkait kondisi defisit APBN Indonesia dengan nada optimistis. Ia menilai kondisi fiskal Indonesia saat ini justru menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat di tengah tekanan global yang masih berlangsung.

Pernyataan itu disampaikan setelah media internasional menyoroti meningkatnya defisit anggaran Indonesia. Namun, Purbaya menegaskan bahwa angka tersebut masih berada dalam batas aman dan jauh lebih terkendali dibanding sejumlah negara lain di dunia.

Menurutnya, banyak pihak terlalu fokus pada besarnya angka defisit tanpa melihat konteks pemanfaatan anggaran negara. Pemerintah disebut sengaja menggunakan belanja negara sebagai alat menjaga pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap stabil di tengah perlambatan ekonomi global.

Purbaya bahkan menyebut Indonesia seharusnya mendapat apresiasi karena mampu menjaga stabilitas fiskal sambil tetap menjalankan berbagai program prioritas nasional. Ia menilai strategi tersebut menjadi bukti bahwa ekonomi Indonesia masih cukup kuat menghadapi gejolak dunia.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah memang meningkatkan belanja negara untuk mendukung pembangunan infrastruktur, program sosial, hingga penguatan daya beli masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga konsumsi domestik tetap tumbuh.

Purbaya juga menegaskan rasio utang Indonesia masih relatif rendah dibanding banyak negara berkembang lainnya. Karena itu, ia menilai kritik yang terlalu keras terhadap kondisi APBN Indonesia tidak sepenuhnya tepat jika melihat indikator ekonomi secara keseluruhan.

Di sisi lain, sejumlah ekonom menilai perdebatan mengenai defisit anggaran merupakan hal yang wajar dalam dinamika ekonomi global. Banyak negara saat ini juga menghadapi tekanan fiskal akibat perlambatan perdagangan internasional dan ketidakpastian geopolitik.

Pemerintah sendiri memastikan pengelolaan APBN tetap dilakukan secara hati-hati. Kementerian Keuangan terus memantau penerimaan negara dan efektivitas belanja agar defisit tidak melebar secara berlebihan hingga mengganggu stabilitas ekonomi nasional.

Purbaya menekankan bahwa fokus utama pemerintah saat ini bukan sekadar menekan angka defisit, melainkan memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Menurutnya, anggaran negara harus mampu memberi dampak langsung terhadap masyarakat dan dunia usaha.

Pernyataan tegas Purbaya itu langsung menjadi perhatian publik dan pelaku pasar. Banyak pihak menilai respons tersebut menunjukkan kepercayaan diri pemerintah terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih cukup solid hingga pertengahan 2026.

Dengan kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, pemerintah berharap APBN dapat terus menjadi instrumen utama menjaga stabilitas nasional. Purbaya pun optimistis ekonomi Indonesia tetap mampu tumbuh positif meski tekanan dari luar negeri terus meningkat.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.