Jakarta, Semangatnews.com – Kunjungan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad ke Bursa Efek Indonesia menjadi perhatian pelaku pasar di tengah tekanan yang terjadi pada perdagangan saham nasional. Kehadiran sejumlah pejabat penting dinilai sebagai sinyal bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi gejolak pasar yang memicu kekhawatiran investor.
Dasco datang ke gedung Bursa Efek Indonesia bersama jajaran pejabat sektor keuangan pada Selasa siang. Kehadiran mereka berlangsung saat Indeks Harga Saham Gabungan mengalami tekanan cukup dalam pada sesi perdagangan dan memunculkan reaksi luas dari investor domestik maupun asing.
Dalam keterangannya, Dasco menegaskan pemerintah tetap memberikan dukungan penuh terhadap stabilitas pasar modal Indonesia. Ia menyampaikan bahwa kondisi yang terjadi masih berada dalam pengawasan dan koordinasi bersama otoritas terkait terus dilakukan untuk menjaga kepercayaan pasar.
Kunjungan tersebut juga dihadiri Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi serta CEO Danantara Rosan Roeslani. Kehadiran para pejabat itu disebut sebagai bentuk sinergi antara pemerintah, regulator, dan lembaga investasi dalam menjaga sentimen positif di pasar keuangan nasional.
Di tengah pelemahan IHSG, Rosan menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Ia menyebut pertumbuhan jumlah investor ritel dan kondisi sejumlah perusahaan pelat merah menjadi modal penting bagi pasar untuk kembali pulih dalam jangka menengah.
Pelaku pasar sebelumnya dibuat khawatir setelah IHSG sempat turun tajam mendekati akhir sesi pertama perdagangan. Tekanan jual yang meningkat membuat sejumlah saham kapitalisasi besar bergerak di zona merah dan memicu aksi wait and see dari investor.
Kehadiran pejabat negara di BEI dinilai memiliki efek psikologis yang cukup penting. Langkah tersebut diyakini mampu memberikan pesan bahwa pemerintah hadir menjaga stabilitas sistem keuangan dan memastikan pasar tetap berjalan secara sehat di tengah tekanan global.
Sejumlah analis pasar menilai komunikasi pemerintah menjadi faktor penting dalam meredam kepanikan investor. Transparansi informasi dan kepastian arah kebijakan dinilai dapat membantu memulihkan kepercayaan terhadap pasar saham Indonesia dalam beberapa waktu ke depan.
Di sisi lain, otoritas pasar modal disebut terus memantau pergerakan transaksi dan dinamika global yang mempengaruhi arus modal asing. Volatilitas pasar internasional, termasuk ketidakpastian ekonomi global, masih menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG sepanjang pekan ini.
Kondisi tersebut membuat investor cenderung lebih selektif dalam menempatkan dana mereka. Saham-saham sektor perbankan, energi, dan teknologi menjadi perhatian utama karena memiliki pengaruh besar terhadap arah pergerakan indeks secara keseluruhan.
Meski demikian, pemerintah optimistis pasar modal Indonesia masih memiliki prospek jangka panjang yang kuat. Dukungan kebijakan ekonomi, stabilitas sektor keuangan, serta peningkatan partisipasi investor domestik diyakini dapat menjadi fondasi penting untuk menjaga ketahanan pasar di tengah dinamika global.(*)

