Jakarta, Semangatnews.com – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO resmi menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global. Keputusan itu diambil setelah jumlah kasus dan korban jiwa terus meningkat dalam waktu singkat.
WHO menyebut wabah Ebola kali ini berkembang sangat cepat dan mulai menyebar ke wilayah perkotaan yang padat penduduk. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan meluasnya penyebaran lintas negara.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan situasi saat ini sangat mengkhawatirkan karena penularan terjadi di daerah konflik dengan sistem kesehatan yang lemah. WHO pun segera menggelar rapat darurat bersama para ahli kesehatan internasional.
Data terbaru menunjukkan wabah telah menyebabkan lebih dari 130 kematian dengan ratusan kasus suspek di Kongo dan Uganda. Sebagian besar kasus ditemukan di Provinsi Ituri, wilayah timur Kongo yang berbatasan langsung dengan Uganda.
WHO menyatakan wabah kali ini disebabkan oleh virus Ebola jenis Bundibugyo, strain langka yang belum memiliki vaksin maupun pengobatan khusus yang disetujui secara global. Hal ini membuat penanganan wabah menjadi jauh lebih sulit.
Kekhawatiran internasional meningkat setelah kasus terkonfirmasi juga ditemukan di kota besar seperti Goma dan Kampala. Mobilitas penduduk yang tinggi dinilai berpotensi mempercepat penyebaran virus ke negara lain di kawasan Afrika.
WHO menegaskan status darurat global atau Public Health Emergency of International Concern ditetapkan untuk mempercepat koordinasi internasional dalam penanganan wabah. Meski begitu, WHO menilai kondisi saat ini belum memenuhi kategori pandemi seperti COVID-19.
Sejumlah negara mulai memperketat pemeriksaan kesehatan di bandara dan perbatasan guna mencegah masuknya kasus Ebola. Uganda bahkan dilaporkan telah membatalkan sejumlah kegiatan besar demi menekan risiko penularan.
WHO bersama berbagai organisasi kesehatan dunia kini mengirim tenaga medis, peralatan laboratorium, serta bantuan logistik ke wilayah terdampak. Lebih dari 12 ton bantuan darurat telah disalurkan untuk mendukung penanganan di lapangan.
Para ahli menyebut wabah Ebola kali ini sangat menantang karena muncul di wilayah dengan konflik bersenjata dan akses kesehatan terbatas. Keterlambatan deteksi awal juga disebut membuat penyebaran virus sulit dikendalikan.
WHO kini meminta seluruh negara meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem pengawasan kesehatan. Dunia internasional berharap langkah cepat yang dilakukan dapat mencegah wabah Ebola berkembang menjadi krisis kesehatan global yang lebih besar.(*)

