Jakarta, Semangatnews.com – Munculnya kasus hantavirus di sejumlah negara membuat masyarakat mulai khawatir terhadap risiko penularan virus tersebut dari hewan ke manusia. Salah satu pertanyaan yang ramai dibahas adalah apakah kucing yang memangsa tikus bisa ikut menularkan hantavirus kepada manusia.
Hantavirus sendiri dikenal sebagai virus yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus. Penularan umumnya terjadi ketika manusia menghirup partikel dari urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.
Menurut sejumlah ahli kesehatan hewan, kucing memang bisa terpapar hantavirus jika berburu tikus yang terinfeksi. Namun hingga saat ini, risiko penularan hantavirus dari kucing ke manusia dinilai sangat rendah.
Dokter hewan dari layanan telehealth Dutch, Kate Elden, menjelaskan bahwa kucing dan anjing dapat terpapar virus, tetapi umumnya tidak mengalami gejala berat seperti manusia. Hewan peliharaan juga disebut sangat kecil kemungkinannya menularkan virus kepada pemiliknya.
Meski begitu, para ahli tetap mengingatkan pemilik hewan untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah, terutama jika kucing sering membawa tikus hasil buruannya ke dalam rumah. Kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh tikus tetap berpotensi menjadi sumber paparan virus.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat terdapat 23 kasus hantavirus jenis Seoul Virus sepanjang 2024 hingga 2026. Sebagian besar kasus berkaitan dengan paparan hewan pengerat dan lingkungan yang terkontaminasi.
Kemenkes menegaskan penularan hantavirus di Indonesia hingga kini masih didominasi dari tikus ke manusia, bukan antarmanusia maupun dari hewan peliharaan seperti kucing.
Pakar kesehatan menyarankan masyarakat untuk tidak panik berlebihan terhadap hewan peliharaan. Risiko terbesar justru berasal dari tikus liar dan lingkungan kotor yang menjadi tempat berkembangnya virus.
Langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain rutin membersihkan rumah, menutup akses masuk tikus, serta menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan area yang diduga terkontaminasi kotoran tikus.
Selain itu, pemilik kucing juga dianjurkan mencuci tangan setelah memegang hewan peliharaan yang baru pulang berburu. Kebersihan kandang dan area makan hewan juga perlu diperhatikan agar risiko infeksi dapat ditekan.
Para ahli menegaskan bahwa hingga kini belum ada bukti kuat yang menunjukkan kucing menjadi penyebar utama hantavirus kepada manusia. Namun kewaspadaan tetap penting dilakukan karena virus tersebut masih tergolong penyakit zoonosis yang berbahaya.(*)

