Disetrum dan Ditendang, Kesaksian Relawan Indonesia Usai Ditahan Tentara Israel

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Kabar mengejutkan datang dari sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 setelah mereka dibebaskan dari tahanan militer Israel dan tiba di Istanbul, Turki. Para relawan mengaku mengalami tindakan kekerasan selama masa penahanan yang berlangsung beberapa hari.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Istanbul memastikan seluruh WNI kini berada dalam kondisi selamat. Namun, sejumlah relawan masih merasakan dampak fisik akibat perlakuan kasar yang mereka alami saat ditahan tentara Israel.

Kepala Perwakilan KJRI Istanbul, Darianto Harsono, mengungkapkan bahwa para relawan mengalami kekerasan fisik mulai dari dipukul, ditendang hingga disetrum selama tiga sampai empat hari masa penahanan. Pernyataan itu memicu perhatian luas dari masyarakat internasional.

Salah seorang relawan Indonesia, Rahendro Herubowo, mengaku dirinya beberapa kali ditendang dan diinjak saat proses penahanan berlangsung. Ia bahkan menyebut sempat disetrum oleh aparat militer Israel.

Rahendro mengatakan rasa sakit masih terasa di bagian dada dan pinggangnya hingga sekarang. Ia mengaku kesulitan bergerak bebas dan merasakan nyeri saat batuk maupun mengangkat tangan.

Relawan lainnya, Andre Prasetyo Nugroho, juga mengungkap pengalaman serupa. Ia menyebut para relawan dipaksa dalam posisi berlutut dengan tangan di belakang kepala selama proses pemeriksaan oleh tentara Israel.

Setelah dibebaskan, seluruh relawan menjalani pemeriksaan kesehatan di Istanbul untuk memastikan kondisi mereka tidak mengalami cedera serius. Pemeriksaan medis dilakukan sebelum proses pemulangan ke Indonesia.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono turut melakukan komunikasi langsung melalui video call dengan para relawan sesaat setelah mereka tiba di Turki. Pemerintah memastikan akan mengawal penuh proses pemulangan seluruh WNI tersebut ke Tanah Air.

Sugiono juga mengecam tindakan aparat Israel terhadap para relawan kemanusiaan. Pemerintah Indonesia menilai perlakuan tersebut sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional dan prinsip kemanusiaan.

Misi Global Sumud Flotilla sendiri diketahui membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza. Kapal-kapal dalam misi tersebut dicegat aparat Israel di tengah perjalanan hingga menyebabkan ratusan relawan dari berbagai negara diamankan.

Peristiwa ini memunculkan gelombang solidaritas internasional terhadap para relawan kemanusiaan yang terlibat dalam misi bantuan untuk Palestina. Sementara itu, pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan pihak Turki dan otoritas terkait agar seluruh WNI dapat segera kembali ke Indonesia dengan aman.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.