Sidak Tenda Arafah, Kemenhaj Turun Tangan Copot Penanda KBIHU

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Kementerian Haji dan Umrah RI melakukan inspeksi mendadak ke kawasan tenda jemaah Indonesia di Arafah menjelang puncak ibadah haji 2026. Dalam sidak tersebut, petugas menemukan sejumlah penanda milik Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang dipasang di area tenda jemaah.

Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak langsung mencopot penanda tersebut. Langkah tegas itu dilakukan untuk memastikan seluruh pengaturan tenda berada di bawah kendali resmi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Kemenhaj menegaskan tidak ada kelompok tertentu yang diperbolehkan menguasai atau mengatur tenda secara mandiri selama fase Armuzna. Kebijakan itu diterapkan demi menjamin pemerataan pelayanan kepada seluruh jemaah haji Indonesia.

Dalam peninjauan lapangan, Menhaj menemukan adanya ketidaksesuaian kapasitas di beberapa tenda Arafah. Sejumlah tenda yang seharusnya mampu menampung ratusan jemaah ternyata memiliki jumlah tempat istirahat yang lebih sedikit dari data awal.

Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pihaknya tidak ingin persoalan kapasitas tenda mengganggu kenyamanan jemaah saat menjalani wukuf di Arafah. Seluruh temuan di lapangan disebut akan segera dievaluasi secara detail oleh tim PPIH.

Selain Arafah, pengecekan juga akan dilakukan di Mina yang menjadi lokasi jemaah bermalam lebih lama. Pemerintah ingin memastikan tidak ada kekurangan fasilitas menjelang puncak ibadah haji beberapa hari mendatang.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menegaskan seluruh bentuk identitas KBIHU di area tenda dilarang dipasang. Larangan tersebut berlaku untuk spanduk, papan nama hingga tanda kelompok lainnya.

Kemenhaj juga memperingatkan adanya sanksi bagi KBIHU yang tetap melakukan penguasaan tenda secara sepihak. Pemerintah menilai langkah itu dapat mengganggu ketertiban penempatan jemaah selama pelaksanaan Armuzna.

Di sisi lain, kesiapan tenda jemaah Indonesia di Arafah disebut telah mencapai sekitar 90 persen. Pemerintah Arab Saudi dan PPIH juga terus melakukan simulasi pergerakan jemaah untuk mengantisipasi kepadatan saat puncak haji.

Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah mengikuti arahan resmi petugas di lapangan dan tidak berpindah tenda tanpa koordinasi. Langkah tersebut penting untuk menjaga kelancaran mobilitas jutaan jemaah selama prosesi ibadah haji berlangsung.

Pemerintah berharap seluruh rangkaian ibadah di Armuzna dapat berjalan tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia. Evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas dan tata kelola tenda akan terus dilakukan hingga puncak haji selesai dilaksanakan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.