Media Asing Soroti Rupiah, Kekhawatiran Investor Global Makin Menguat

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian media internasional setelah mata uang Indonesia mengalami tekanan cukup tajam dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah media asing menyoroti pelemahan rupiah yang dinilai dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik.

Media asal Singapura, Channel News Asia (CNA), menyebut investor mulai mencemaskan kondisi fiskal Indonesia serta meningkatnya tekanan inflasi global. Kekhawatiran tersebut disebut memicu aksi jual di pasar keuangan domestik.

Rupiah sebelumnya sempat menyentuh level terendah baru terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi itu terjadi meski Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas mata uang nasional.

Bank Indonesia bahkan mengambil langkah mengejutkan dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin. Kebijakan tersebut menjadi kenaikan pertama dalam dua tahun terakhir demi meredam tekanan terhadap rupiah.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan tekanan terhadap rupiah dipicu tingginya permintaan dolar AS untuk pembayaran utang luar negeri, repatriasi dividen, dan kebutuhan musim haji. Meski demikian, BI optimistis tekanan akan mulai mereda pada pertengahan tahun.

Selain faktor eksternal, media asing juga menyoroti kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah Indonesia. Isu transparansi fiskal hingga independensi bank sentral disebut menjadi perhatian utama pelaku pasar global.

Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan kondisi ekonomi Indonesia masih kuat meski rupiah mengalami pelemahan. Ia menyebut fundamental ekonomi nasional tetap stabil dan tidak perlu menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Di tengah tekanan tersebut, pemerintah juga menyiapkan aturan baru terkait devisa hasil ekspor sumber daya alam. Kebijakan itu mewajibkan eksportir menyimpan dana hasil ekspor di bank nasional guna memperkuat cadangan devisa dan menopang rupiah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan sempat mengimbau pelaku pasar untuk menjual dolar AS karena pemerintah yakin nilai tukar rupiah akan membaik setelah aturan baru diberlakukan.

Sejumlah analis internasional menilai langkah BI menaikkan suku bunga memang dapat membantu menahan pelemahan rupiah dalam jangka pendek. Namun mereka mengingatkan stabilitas jangka panjang tetap bergantung pada kepercayaan investor terhadap kebijakan ekonomi nasional.

Sorotan media asing terhadap rupiah menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi Indonesia kini menjadi perhatian dunia internasional. Pemerintah dan otoritas moneter pun diharapkan mampu menjaga stabilitas pasar agar tekanan terhadap rupiah tidak semakin dalam.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.