Puluhan Mahasiswa STKIP Widyaswara Indonesia, Muaro Labuah, Menggelar Pameran Seni Rupa dan Kerajinan Warna Warni

by -
Puluhan Mahasiswa STKIP Widyaswara Indonesia, Muaro Labuah, Menggelar Pameran Seni Rupa dan Kerajinan Warna Warni
Kurator Pameran, Zulmi Aryani

MUARO LABUAH, SEMANGATNEWS.COM – Tidak kurang 53 mahasiswa STKIP Widyaswara Indonesia, Muaro Labuah, Sumatera Barat sejak 4 sd 5 Juli 2026 mengikuti pameran seni rupa dan kerajinan di Kampusnya, Nagari Pasir Talang Barat, Jl. Raya Muara Labuh – Padang, Solok Selatan yang mengusung tema ”Warna Warni Imajinasi Calon Guru Masa Depan” dengan berbagai eksplorasi karya yang ditampilkan.

Pameran Seni Rupa dan Kerajinan ini sekaligus merupakan wujud apresiasi terhadap proses pembelajaran mahasiswa pada Mata Kuliah Seni Rupa dan Kerajinan dimana berbagai karya yang ditampilkan mencerminkan perjalanan kreatif mahasiswa dalam mengeksplorasi unsur, prinsip, teknik, serta media seni rupa yang beragam.

Batik jumputan diantara karya mahasiswa
Batik jumputan diantara karya mahasiswa

Mahasiswa tidak hanya menunjukkan hasil akhir sebuah karya, tetapi juga menghadirkan proses berpikir, kepekaan estetis, keterampilan teknis, dan kemampuan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber inspirasi berkarya melalui karya yang di pajang,” ujar Kurator pameran Zulmi Aryani, S.Pd., M.Pd kepada semangatnews.com, minggu sore (5/7/2026).

Diantara Karya mahasiswa berupa “Doodle art
Diantara Karya mahasiswa berupa “Doodle art

Pameran Seni Rupa dan Kerajinan pameran diresmikan ketua Yayasan Widyaswara Indonesia Eva Suryani, S. Pi., MM didampingi dosen pengampu mata Seni Rupa. Zulmi Aryani, S. Pd., M. Pd, dan Ketua STKIP Widyaswara Indonesia ini dimaksudkan untuk membekali mahasiswa PGSD dengan ilmu seni rupa dan kerajinan tangan, yang telah disesuaikan dengan pembelajaran di SD, agar saat nantinya menjadi guru sudah mempunyai dasar keilmuan seni dalam mengolah dan mengasah kreatifitas seni rupa dan kerajinan tangan yang terekam melaluo “Jejak Kreativitas: Eksplorasi Seni, Keterampilan, dan Keberlanjutan” dengan merancang suatu pameran melalui pendekatan Project Based Learning, ujar Zulmi Aryani memberi penjelasan.

Ragam Karya yang di Pajang

Karya karya yang diusung kepermukaan menghadirkan kekayaan ekspresi visual dan kreativitas mahasiswa berupa gambar Arsiran dan Doodle Art yang dipajang dalam bingkai berkaca menampilkan ketelitian garis, permainan gelap-terang, serta kebebasan imajinasi dalam mengolah bentuk dan pola.

Suasana Pameran Mahasiswa mahasiswa STKIP Widyaswara Indonesia, Muaro Labuah, Sumatera Barat
Suasana Pameran Mahasiswa mahasiswa STKIP Widyaswara Indonesia, Muaro Labuah, Sumatera Barat

Melalui pameran ini mahasiswa sebelumnya diperkenalkan dengan bermacam bentuk garis-garis, yang dikembangkan dalam bentuk kaya Doodle Art yang imajinatif. Karya ini tampil dalam permainan imajinasi hitam putih yang sangat memikat. Karya Lukisan Kanvas memperlihatkan kemampuan mahasiswa dalam mengolah warna, komposisi, dan ekspresi artistik secara lebih luas. Sementara itu, karya Mozaik dan Kolase menunjukkan kreativitas dalam menyusun berbagai material menjadi kesatuan visual yang harmonis.

Semangat inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan tercermin melalui karya Art Deco berbahan barang bekas yang mengubah limbah menjadi benda estetis dan bernilai guna. Kesadaran ekologis juga diwujudkan dalam karya Ecoprint Tote Bag, yang memanfaatkan keindahan bentuk dan warna alami dedaunan sebagai media penciptaan motif unik pada kain. Selain itu, karya Batik Jumputan memperlihatkan kekayaan seni tekstil Nusantara yang dikembangkan melalui teknik ikat-celup dengan perpaduan warna dan motif yang menarik.

Ruang Dialog Karya, Pencipta dan Masyarakat

Pameran ini menjadi ruang dialog antara karya, pencipta, dan masyarakat. Setiap karya menyimpan cerita, gagasan, serta pengalaman belajar yang berharga. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh apresiasi terhadap seni rupa dan kerajinan sebagai sarana pengembangan kreativitas, karakter, inovasi, serta kepedulian terhadap lingkungan dan budaya lokal.

Mahasiswa Peserta Pameran  dan Dosen STKIP Widyaswara Indonesia, Muaro Labuah, Sumatera Barat
Mahasiswa Peserta Pameran dan Dosen STKIP Widyaswara Indonesia, Muaro Labuah, Sumatera Barat

Mahasiswa memperoleh pengalaman autentik dalam berkarya, berkolaborasi, memecahkan masalah, serta mempresentasikan hasil karyanya kepada public yang secara substansi menyentuh aspek Guru Sekolah Dasar dimana guru dapat melihat bagaimana peserta didik dalam proses pembelajaran berpusat perencanaan karya, eksplorasi ide, pemilihan media, proses penciptaan, hingga penyajian hasil dalam bentuk pameran.

Bagi masyarakat pameran ini dapat memahami bahwa pembelajaran seni rupa tidak hanya berorientasi pada hasil karya, tetapi juga pada proses pembentukan karakter, kreativitas, dan keterampilan hidup. Kemudian ajang pameran menjadi media untuk memperlihatkan hasil implementasi model pembelajaran berbasis proyek yang mendorong mahasiswa menghasilkan karya inovatif, termasuk karya berbasis budaya lokal dan pemanfaatan limbah yang digunakan untuk berkarya guna membangun generasi yang kreatif, produktif, dan peduli terhadap lingkungan serta budaya.

Hal yang terpenting lagi pameran juga menunjukkan bahwa model pembelajaran seni rupa mampu menciptakan lingkungan belajar yang memberikan ruang luas bagi mahasiswa untuk bereksplorasi, berinovasi, dan menghasilkan karya yang beragam melalui gambar arsiran, doodle art, lukisan, mozaik, kolase, batik jumputan, ecoprint, hingga art deco dari barang bekas, merupakan hasil dari proses pembelajaran yang menekankan kreativitas, kemandirian, dan pemecahan masalah.

Model Pembelajaran Seni Rupa Kreatif dan Inovatif karya Mahasiswa PGSD karya karya pameran ini turut membuktikan ; bahwa kegiatan pameran mampu menjadi sarana evaluasi autentik sekaligus wahana apresiasi terhadap hasil belajar mahasiswa terutama secara kualitas karya yang dihasilkan, tetapi juga menumbuhkan motivasi belajar, rasa tanggung jawab, kemampuan komunikasi, dan kepercayaan diri mahasiswa,” ujar Zulmi Aryani. (mh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.