SAWAHLUNTO, SEMANGATNEWS.COM — Pemerintah Kota Sawahlunto resmi memulai pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2026 melalui penyerahan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) dan Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) kepada perangkat daerah serta pemerintah desa dan kelurahan di Balai Kota Sawahlunto, Rabu (8/7/2026).
Penyerahan dipimpin Wakil Wali Kota Sawahlunto, sekaligus menandai dimulainya pemungutan PBB-P2 Tahun 2026 dengan total nilai ketetapan mencapai lebih dari Rp2 miliar.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kota Sawahlunto juga meluncurkan aplikasi “Pakbaya Merintis” sebagai inovasi pembayaran PBB-P2 secara nontunai melalui QRIS bekerja sama dengan. Inovasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pelayanan, mempermudah pembayaran pajak, memperluas transaksi nontunai, serta mendukung pengelolaan penerimaan daerah yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Jeffry Hibatullah menegaskan PBB-P2 merupakan salah satu instrumen penting untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, dan pelaksanaan berbagai program pemerintah sangat bergantung pada optimalnya penerimaan pajak daerah. Karena itu, perangkat daerah, pemerintah desa, dan kelurahan diminta aktif mengawal pemungutan PBB-P2 sekaligus mempermudah masyarakat memenuhi kewajiban perpajakannya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Sawahlunto memberikan penghargaan kepada desa, kelurahan, dan wajib pajak berprestasi pada pembayaran PBB-P2 Tahun 2025. Penghargaan diberikan kepada enam desa dan satu kelurahan dengan realisasi pembayaran 100 persen, empat desa dan satu kelurahan dengan realisasi di atas 90 persen, enam desa dan satu kelurahan dengan transaksi pembayaran nontunai terbanyak, serta kepada , Sekretariat Daerah Kota Sawahlunto, dan sebagai wajib pajak tercepat kategori Buku III, IV, dan V.
Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak, mempercepat transformasi layanan digital, serta memperkuat penerimaan daerah guna mendukung pembangunan Kota Sawahlunto yang berkelanjutan. (Nova)

