NIAS SELATAN, SEMANGATNEWS.COM – Masalah pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Nias Selatan semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan pantauan media Semangatnews.com di Kelurahan Pasar Teluk Dalam, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, pada Sabtu (01/08/2026).
Dua titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tersebut mengalami antrian panjang yang mengular. Kondisi ini dilaporkan telah terjadi sejak Senin lalu dan masih berlangsung hingga hari ini.
Banyak masyarakat dan pengendara yang mengeluhkan situasi ini karena mereka harus menghabiskan waktu hingga satu sampai dua jam hanya untuk mengantri BBM.
Akibat waktu tunggu yang sangat lama, sebagian warga yang tidak sabar dan dikejar oleh urusan pekerjaan terpaksa mencari alternatif lain. Mereka memilih membeli BBM eceran kemasan botol aqua di pinggir jalan meski harganya melonjak drastis mencapai Rp25.000 per botol dengan ukuran 1,5 liter.
Masyarakat mengaku terpaksa mengeluarkan uang lebih dalam karena tidak memiliki pilihan lain demi kelancaran aktivitas sehari-hari, meskipun harga tersebut sudah dinilai di luar batas kewajaran.
“Mau tidak mau harus beli di pinggir jalan yang harganya Rp25.000 per botol aqua karena saya buru-buru ada urusan kerjaan. Harganya memang sudah tidak masuk akal dan di luar batas, yang sebenarnya ukuran yang 1,5 liter itu hanya Rp15.000 jika kita mengisi melalui SPBU tapi kami masyarakat kecil tidak punya pilihan lain”, kata Ama Harapan, seorang warga setempat dengan nada kesal.
Merespons situasi tersebut, salah satu pihak manajemen dan petugas lapangan SPBU menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengendara atas keterlambatan pelayanan serta antrian panjang yang terjadi.
Pihak SPBU menjelaskan bahwa kendala ini dipicu oleh adanya gangguan pada jaringan sistem transaksi digital. Di tengah keterbatasan sistem yang sedang mengalami kendala teknis tersebut, para petugas di area pengisian terus berupaya memberikan pelayanan terbaik secara manual agar pengisian BBM tetap berjalan.
Menanggapi kondisi yang menyulitkan ini, masyarakat menaruh harapan besar kepada pihak berwenang. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Nias Selatan untuk segera turun tangan melakukan pengawasan ketat, baik untuk menyelidiki penyebab utama terjadinya antrian panjang di SPBU maupun untuk menertibkan lonjakan harga BBM eceran yang dijual bebas di pinggir jalan.
“Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Nias Selatan tidak tinggal diam. Harus ada pengawasan langsung ke lapangan. Tolong selidiki apa penyebab utama antrian di SPBU ini dan tertibkan harga BBM eceran di pinggir jalan yang sudah mencekik masyarakat,” tegas Keyakinan, salah seorang pemuda di Kelurahan Pasar Teluk Dalam.
Sampai berita ini diturunkan, antrian kendaraan terpantau masih padat dan warga sangat membutuhkan solusi cepat dari pemerintah setempat serta pihak terkait agar distribusi BBM kembali normal.(Key)

