Tiga Saham Ini Berpotensi Jadi Pilihan Trading, IHSG Dibayangi Profit Taking

by

Jakarta, Semangatnews.com – Pelaku pasar saham menghadapi perdagangan yang cukup menantang pada Rabu, 19 Agustus 2026. IHSG diperkirakan masih memiliki peluang bergerak positif, tetapi potensi profit taking turut membayangi setelah indeks berhasil mencatat penguatan pada perdagangan sebelumnya.

IHSG pada Selasa, 18 Agustus 2026, berakhir di level 6.449,83 atau naik 0,75 persen. Kenaikan tersebut menunjukkan masih adanya minat beli, meskipun kondisi pasar eksternal belum sepenuhnya mendukung penguatan bursa domestik.

Penguatan indeks salah satunya ditopang oleh saham-saham sektor energi. Saham BYAN bahkan melonjak hampir 20 persen dan menjadi salah satu kontributor utama kenaikan indeks, sementara BRMS dan EMAS juga ikut memberikan dorongan terhadap IHSG.

Meski demikian, lonjakan sejumlah saham membuat investor perlu berhati-hati terhadap potensi aksi jual untuk mengamankan keuntungan. Secara teknikal, IHSG dinilai sudah mendekati area resistance sehingga penguatan berikutnya dapat berlangsung lebih terbatas.

Dalam kondisi tersebut, BRMS menjadi salah satu saham yang masuk radar trading. Saham emiten pertambangan tersebut direkomendasikan dengan target harga Rp695–Rp725. Pergerakannya turut mendapatkan perhatian seiring kuatnya performa sektor energi pada perdagangan sebelumnya.

Pilihan berikutnya adalah PGEO. Saham perusahaan yang bergerak di bidang panas bumi tersebut memiliki target harga Rp1.160–Rp1.205. Selain aspek teknikal, prospek bisnis energi terbarukan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi sentimen terhadap saham tersebut.

Sementara itu, TAPG juga masuk dalam daftar saham yang dapat dicermati untuk perdagangan jangka pendek. Target harga saham ini berada pada kisaran Rp1.890–Rp1.945. Investor tetap perlu memperhatikan perkembangan harga komoditas serta sentimen sektor perkebunan sebelum mengambil keputusan.

Di luar rekomendasi tersebut, analis lain turut menyoroti beberapa saham dengan momentum positif. Tim analis Bareksa, misalnya, memilih CMRY, PNLF, dan PTRO sebagai saham yang dapat diperhatikan dengan strategi hold atau speculative buy.

CMRY memiliki target harga Rp4.930–Rp5.070, sedangkan PNLF diproyeksikan menuju Rp250–Rp258. Untuk PTRO, target yang diberikan berada di kisaran Rp5.575–Rp5.725. Ketiganya memiliki karakter pergerakan berbeda sehingga investor tetap perlu menyesuaikan strategi dengan tingkat risiko masing-masing.

Faktor kebijakan moneter juga menjadi katalis yang tidak boleh dilewatkan. Investor domestik menunggu keputusan BI setelah RDG 18–19 Agustus, sedangkan pelaku pasar global menanti FOMC Minutes untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed.

Dengan IHSG berada di sekitar area resistance, peluang trading tetap terbuka tetapi perlu diimbangi manajemen risiko yang ketat. Investor sebaiknya mempertimbangkan level masuk, target keuntungan, dan batas kerugian sebelum melakukan transaksi, karena rekomendasi analis bersifat sebagai bahan pertimbangan dan bukan kepastian hasil investasi.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.