Jakarta, Semangatnews.com – PT Petrosea Tbk (PTRO) kembali melakukan ekspansi usaha dengan mengakuisisi seluruh saham PT Sejahtera Terminal Logistik (STL). Perusahaan yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu tersebut mengumumkan penyelesaian transaksi pada September 2026.
Aksi korporasi itu dilakukan melalui PT Petrosea Engineering Procurement Construction (PEPC) dan PT Rekakarsa Karya Nusantara (REKAN). Kedua entitas tersebut merupakan anak usaha Petrosea yang digunakan untuk mengambil alih kepemilikan STL.
Transaksi pembelian saham STL dilakukan pada 15 September 2026 dengan nilai sekitar Rp880 juta. Setelah transaksi selesai, STL menjadi bagian dari kelompok usaha Petrosea dan memperkuat portofolio perseroan di sektor logistik.
STL sendiri bergerak dalam aktivitas pelayanan kepelabuhanan laut. Bisnis tersebut memiliki keterkaitan dengan rantai distribusi dan pengangkutan barang, sehingga dapat mendukung pengembangan lini jasa logistik Petrosea.
Manajemen PTRO menyebut akuisisi ini diharapkan memperkuat lini Logistics & Support Services. Perseroan juga melihat transaksi tersebut sebagai bagian dari upaya membangun sinergi dan integrasi rantai nilai dalam kegiatan usaha.
Dari sisi kepemilikan, PEPC menjadi pemegang saham mayoritas STL dengan 1.497 saham atau sekitar 99,80 persen. Adapun REKAN memegang tiga saham yang setara dengan sekitar 0,20 persen.
Ekspansi ke jasa pelabuhan tersebut melanjutkan strategi Petrosea dalam memperbesar bisnis di luar aktivitas pertambangan. Perseroan sebelumnya juga melakukan sejumlah transaksi untuk membangun ekosistem logistik yang terhubung dengan kegiatan operasionalnya.
Pada Februari 2026, PTRO melalui anak usahanya mengambil alih 60 persen saham PT Vista Maritim Asia dan 55 persen saham PT Nusantara Arung Samudera. Kedua perusahaan tersebut bergerak di bidang yang berkaitan dengan jasa pelabuhan dan diarahkan untuk memperkuat rantai logistik perseroan.
Selain sektor pelabuhan, Petrosea juga memperluas portofolio ke bidang energi dan konstruksi. Pada April 2026, perseroan membentuk lini bisnis engineering, procurement, construction and installation (EPCI) untuk migas lepas pantai setelah menyelesaikan sejumlah akuisisi.
Pefindo sebelumnya mencatat Petrosea cukup aktif melakukan ekspansi dan akuisisi sebagai bagian dari diversifikasi pendapatan. Lembaga pemeringkat itu mempertahankan peringkat PTRO pada level idA+ dengan prospek stabil, sembari mencatat sejumlah risiko yang masih melekat pada bisnis perseroan.
Dengan akuisisi STL, Petrosea menambah perusahaan jasa kepelabuhanan ke dalam kelompok usahanya. Perseroan selanjutnya akan mengandalkan integrasi antarunit bisnis untuk melihat kontribusi ekspansi tersebut terhadap penguatan layanan logistik dan kinerja perusahaan.(*)

