Bursa Saham Memerah, 5 Saham Ini Justru Bertahan di Tengah Tekanan IHSG

by

Jakarta, Semangatnews.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali Oktober 2026 dengan perdagangan yang penuh tekanan. IHSG pada Kamis, 1 Oktober 2026, ditutup melemah 1,02 persen ke level 6.009,50 setelah kehilangan 61,64 poin dari posisi penutupan sebelumnya.

Koreksi IHSG berlangsung sepanjang perdagangan dan membuat indeks kembali mendekati level psikologis 6.000. Dalam perjalanannya, IHSG sempat menyentuh titik terendah 5.973,16 sebelum akhirnya ditutup sedikit di atas level tersebut.

Tekanan pasar terlihat dari dominasi saham yang mengalami penurunan. Sebanyak 450 saham berakhir di zona merah, sedangkan 206 saham menguat dan 134 saham tidak mengalami perubahan.

Pelemahan juga terjadi di sebagian besar sektor. Sektor teknologi mencatat penurunan 3,93 persen dan menjadi sektor dengan koreksi terdalam, sementara sektor transportasi dan barang baku masing-masing turun 2,02 persen dan 1,99 persen.

Namun, tidak semua saham bergerak mengikuti pelemahan indeks. Beberapa emiten masih mampu mencatatkan kenaikan dan menjadi perhatian di tengah kondisi pasar yang didominasi aksi jual.

Di kelompok LQ45, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) tercatat menguat 2,37 persen. Kenaikan tersebut menempatkan CUAN sebagai salah satu saham dengan performa positif di antara saham-saham unggulan pada perdagangan tersebut.

Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga mencatatkan penguatan sebesar 1,83 persen. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 0,59 persen pada akhir perdagangan Kamis.

Berbeda dengan saham-saham tersebut, GOTO menjadi salah satu pemberat utama indeks. Saham perusahaan teknologi tersebut turun 12,50 persen, sedangkan MAPI dan HRTA masing-masing terkoreksi 4,52 persen dan 3,95 persen.

Tekanan pasar turut datang dari sejumlah faktor ekonomi. Kenaikan inflasi September menjadi 3,28 persen secara tahunan menjadi salah satu data yang diperhatikan pelaku pasar, di tengah pergerakan rupiah yang berada di sekitar Rp17.950 per dolar AS.

Selain itu, ketidakpastian pasar global juga masih menjadi perhatian. Pergerakan imbal hasil surat utang Amerika Serikat dan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Federal Reserve menjadi bagian dari sentimen yang dapat memengaruhi arus dana di pasar saham Indonesia.

Pada perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026, IHSG membuka sesi dengan penguatan 0,37 persen ke level 6.031,79. Pergerakan tersebut menunjukkan indeks kembali mencoba menguat setelah mengalami tekanan cukup besar sehari sebelumnya.

Meski demikian, pergerakan setiap saham tetap berbeda dan dipengaruhi kondisi fundamental perusahaan, sentimen sektor, serta dinamika pasar secara keseluruhan. Pelaku pasar akan mencermati perkembangan perdagangan berikutnya untuk melihat arah IHSG setelah koreksi pada awal Oktober.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.