Daftar Harga BBM Oktober 2026 Tak Berubah, Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter

by

Jakarta, Semangatnews.com – Harga BBM di Indonesia pada 2 Oktober 2026 masih menunjukkan kondisi stabil. Sejumlah penyedia BBM, baik Pertamina maupun badan usaha swasta, belum melakukan perubahan harga setelah memasuki bulan Oktober.

Kebijakan tersebut membuat harga BBM yang berlaku pada awal Oktober masih mengacu pada harga yang telah ditetapkan pada periode sebelumnya. Kondisi ini berlaku untuk sejumlah produk BBM subsidi maupun nonsubsidi.

Pertamina masih menjual Pertalite dengan harga Rp10.000 per liter. Sementara Biosolar tetap berada di level Rp6.800 per liter. Harga tersebut menjadi acuan untuk wilayah tertentu dan dapat memiliki ketentuan berbeda sesuai lokasi.

Untuk BBM nonsubsidi, Pertamax masih dipasarkan dengan harga Rp15.950 per liter. Harga Pertamax Green 95 tercatat Rp19.150 per liter, sedangkan Pertamax Turbo dijual Rp19.600 per liter.

Produk diesel Pertamina juga masih berada pada harga yang sama. Dexlite dipatok Rp23.700 per liter, sementara Pertamina Dex dijual Rp25.200 per liter di wilayah yang menjadi acuan daftar harga tersebut.

Sementara itu, harga BBM dari BP-AKR juga tidak mengalami perubahan. BP 92 berada di angka Rp16.130 per liter, sedangkan BP Ultimate dipasarkan dengan harga Rp19.330 per liter.

Untuk produk diesel BP-AKR, harga BP Ultimate Diesel mencapai Rp25.420 per liter. Angka tersebut masih sama dengan harga yang berlaku pada periode sebelumnya berdasarkan daftar harga per Oktober 2026.

Vivo juga mempertahankan harga jual BBM-nya. Revvo 92 dibanderol Rp16.130 per liter dan Revvo 95 Rp19.330 per liter. Adapun Diesel Primus tercatat Rp25.420 per liter.

Pada SPBU Shell, harga Shell V-Power Diesel tercatat Rp25.420 per liter. Sejumlah produk bensin Shell seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ belum tercantum dalam daftar harga karena faktor ketersediaan produk.

Meski harga secara umum stabil, masyarakat perlu memperhatikan bahwa harga BBM Pertamina dapat berbeda berdasarkan wilayah. Faktor seperti PBBKB membuat harga produk nonsubsidi tidak selalu sama antara satu daerah dan daerah lainnya.

Tidak berubahnya harga BBM pada awal Oktober memberikan kepastian harga bagi konsumen untuk sementara waktu. Namun, perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar, kebijakan pemerintah, serta keputusan masing-masing badan usaha tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi penyesuaian harga berikutnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.