NIAS SELATAN, SEMANGATNEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Nias Selatan bersama Forkopimda menggelar rapat koordinasi di Aula Kantor Camat Pulau-Pulau Batu, Kelurahan Pasar Pulau Tello, Rabu (4/11/2026).
Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok, kelangkaan LPG dan BBM bersubsidi, serta potensi gangguan keamanan menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Rapat krusial tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia, Kapolres Nias Selatan AKBP Alfian Tri Permadi, S.I.K., M.H., Danlanal Nias Kolonel Laut (P) Tomosa Uskarlind Larosa, M.Tr.Opsla, dan Kajari Nias Selatan Imam Fauzi, S.H. Turut hadir jajaran pemerintah daerah, anggota DPRD, serta para tokoh masyarakat, adat, dan agama.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Nias Selatan AKBP Alfian Tri Permadi menegaskan komitmen penuh Polri untuk mendukung pemerintah daerah dalam mengawal stabilitas harga dan ketersediaan pangan, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
“Kami dari Polres Nias Selatan akan terus melakukan pengawasan dan monitoring terhadap ketersediaan serta perkembangan harga bahan pokok di pasar. Kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan distribusi kebutuhan masyarakat berjalan lancar, sehingga tidak terjadi kelangkaan maupun kenaikan harga yang tidak wajar,” tegas Alfian.
Kapolres Alfian Tri Permadi juga memberikan peringatan keras kepada para spekulan agar tidak memanfaatkan momentum Nataru untuk mencari keuntungan pribadi secara ilegal.
“Apabila ditemukan adanya praktik penimbunan, penyalahgunaan distribusi, maupun pelanggaran hukum lainnya yang merugikan masyarakat, kami akan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tambahnya.
Mengingat wilayah kepulauan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan transportasi laut, AKBP Alfian menekankan pentingnya sinergi kuat antara pemda, distributor, pedagang, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjamin kelancaran jalur logistik pangan. Polres Nias Selatan dipastikan akan memperketat pemantauan langsung di pasar-pasar tradisional.
Di sisi lain, Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia menyatakan bahwa pemkab bergerak cepat untuk mencari solusi konkret atas melonjaknya harga bahan pokok dan kelangkaan LPG 3 kilogram yang kerap terjadi di wilayah kepulauan. Koordinasi intensif terus didorong agar kebijakan pemerataan harga dan kelancaran distribusi dapat segera terealisasi.
Sejumlah aspirasi dan persoalan mendesak masyarakat turut dibedah dalam rapat ini. Mulai dari harga LPG 3 kg yang melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), carut-marut distribusi BBM bersubsidi bagi para nelayan, hingga masalah pemadaman listrik yang sering terjadi saat hari besar keagamaan.
Sebagai bentuk aksi nyata, rapat koordinasi ini menghasilkan beberapa kesepakatan penting, antara lain:
Inspeksi Mendadak (Sidak): Satgas Pangan bersama Forkopimda akan turun langsung ke pasar secara berkala untuk memantau stok dan harga.
Gerakan Pangan Murah: Menyelenggarakan pasar murah terpadu guna meringankan beban ekonomi masyarakat.
Pos Pengamanan Nataru: TNI-Polri dan Satpol PP akan mendirikan pos pengamanan dan pelayanan di titik-titik strategis seperti rumah ibadah, objek wisata, pusat perbelanjaan, dan jalur lalu lintas utama.
Di akhir kegiatan, forkopimda mengimbau seluruh elemen masyarakat Nias Selatan untuk terus mempererat toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu memastikan seluruh kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi serta menjamin perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 berjalan dengan aman, damai, dan kondusif. (Key)

