Rupiah Perkasa ke Rp18.090 per Dolar AS, Ekonomi RI Tumbuh 5,47 Persen Jadi Kabar Baik Pasar

by

Jakarta, Semangatnews.com – Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (5/11/2026). Mata uang Garuda bergerak positif setelah hasil pemilihan sela Amerika Serikat dan perkembangan ekonomi domestik memberikan sentimen baru bagi pasar keuangan Indonesia.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah pada pukul 11.10 WIB berada di posisi Rp18.090 per dolar AS atau menguat 0,36 persen. Penguatan tersebut melanjutkan tren positif sejak pembukaan perdagangan yang sebelumnya berada di level Rp18.120 per dolar AS.

Jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah mengalami penguatan sebesar 65 poin. Pada Rabu (4/11/2026), mata uang Indonesia tersebut ditutup di level Rp18.155 per dolar AS sebelum kembali bergerak menguat pada perdagangan berikutnya.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian investor adalah hasil pemilihan sela atau midterm election Amerika Serikat 2026. Kemenangan Partai Demokrat dalam perebutan mayoritas di Kongres dan Senat AS memunculkan ekspektasi perubahan arah kebijakan politik dan ekonomi pemerintahan Donald Trump.

Analis mata uang menilai perubahan peta kekuatan politik di Amerika Serikat dapat memengaruhi persepsi investor terhadap kebijakan perdagangan, fiskal, serta penerbitan surat utang pemerintah. Perubahan ekspektasi tersebut berpotensi mendorong investor global menyesuaikan portofolio mereka ke aset berisiko atau risk-on.

Selain perkembangan politik AS, penurunan harga minyak mentah dunia juga menjadi faktor yang mendukung penguatan mata uang sejumlah negara, termasuk Indonesia. Turunnya harga energi dapat mengurangi tekanan biaya impor bagi negara yang masih membutuhkan pasokan minyak dari pasar internasional.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong sebelumnya menyampaikan bahwa rupiah berpotensi menguat di tengah penurunan harga minyak dunia. Ia juga memperkirakan pergerakan mata uang Garuda pada perdagangan Kamis berada dalam rentang Rp18.050 hingga Rp18.200 per dolar AS.

Sentimen positif terhadap rupiah semakin diperkuat oleh pengumuman data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2026. Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi nasional tumbuh 5,47 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan konsensus pasar yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 5,20 persen.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kuartalan mencapai 1,59 persen. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal II-2026 yang tercatat sebesar 5,29 persen secara tahunan.

Capaian tersebut memberikan sinyal bahwa fundamental ekonomi domestik masih mampu bertahan di tengah tekanan eksternal. Pertumbuhan yang melampaui perkiraan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, meskipun penguatan rupiah tetap membutuhkan dukungan stabilitas pasar keuangan dan kebijakan ekonomi yang konsisten.

Ke depan, pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi perkembangan dolar AS, harga komoditas dunia, kondisi geopolitik, serta arah kebijakan bank sentral. Penguatan menuju Rp18.090 per dolar AS menjadi perkembangan positif bagi pasar, tetapi keberlanjutannya tetap bergantung pada kemampuan Indonesia menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nilai tukar.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.