Sungai Baluka Nagari Nan Limo Palupuah, Punya Kerajinan Sulaman Ameh
Semangatnews, Palupuh – Tidak banyak yang tahu soal sulaman ameh Sungai Baluka Nagari Nan Limo. Pertama karena memang kurang publikasi, kedua karena belum banyak diminati banyak orang karena kalah promosi.
Sulaman ameh Sungai Baluka sebenarnya budaya masa lalu bagi masyarakat minang, awalnya dipakai para perempuan sebagai hiasan pakaian menambah lebih cantik di zaman pemerintahan Hindia Belanda.

Sulaman ini juga untuk tambahan baju laki-laki dan perempuan untuk kebutuhan acara adat balarek dan acara adat lainnya.
Ketika ditemui semangatnews.com Ketua UKM Palupuh Adelina Sovya, S. Ag menyampaikan, orang tidak pernah tahu bahwa ada sulaman ameh di Agam, namun kini karena kreatif beberapa kelompok wanita muda Sungai Baluka belajar bersama memproduksi sulaiman rendo emas.
“Ilmu sulaman emas ini diperoleh pertama kali dari Pandai Sikek. Rika Juita namanya pertama kali membawa ke Palupuh diberikan kepada teman teman ilmu membuat sulaman emas ini. Alhamdulilllah nama-nama yang tergabung dalam “Rendo Sulaman Ameh” amat produktif rutin membuatnya”, ujarnya kepada semangatnews melalui whastaap, Minggu (28/12/2019).

Adelina menyampaikan, untuk satu salendang (dua pasang) membutuhkan waktu selama-lamanya dua hari.
” Bagi dunsanak yang berminat maupun mau belajar silahkan datang ke Palupuh. Namun kami amatlah membutuhkan promosi agar kegiatan ini benar benar mampu mensejahterakan masyarakat Sungai Baluka Palupuh”, harapnya.
Kelompok yang menamakan dirinya group UMKM Rendo Sulam Emas, Sungai Baluka Kecamatan Palupuh, berjumlah sepuluh orang yang terdiri dari, Rika Juita, Novi Ervina, Resi Fatma Juita, Delvianti, Nur Azizah, Maulida, Henny Susanti, Windari, Rabbiyulia, Lisa Ariant. (*)
