Herwandi, Perupa Bengkulu Mengagumi Karya Seni Rupa Siswa, Guru dan Alumni SMSR/SMKN 4 Padang

by -

Herwandi, Perupa Bengkulu Mengagumi Karya Seni Rupa Siswa, Guru dan Alumni SMSR/SMKN 4 Padang

Semangatnews.com, Padang – Perupa muda nasional asal Bengkulu, Herwandi (35 th) yang telah memulai debutnya di kancah seni rupa nasional sejak 2009 lalu hingga kini sangat mengagumi karya-karya seni rupa hasil kreativitas siswa, guru dan alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang baik seni lukis, seni patung, kriya tekstil, desain komunikasi visual dan desain interior yang kesemua disaksikannya di galeri RUAS dan studio-studio yang di SMKN 4 Padang.

Hal itu disampaikan Herwandi saat bertandang ke SMKN 4 (SSRI/SMSR) Padang di sela-sela kegiatannya mengikuti pameran karya minimalis “Dunia Tanpa Karet Penghapus” (1-8 Februari 2020) yang disambut keluarga besar SMKN 4 Padang dan alumni di galeri seni rupa, RUAS, Selasa (4/2).

Menurut Herwandi yang didampingi isteri Irine Indahfi, dalam beberapa kali kegiatan dan kunjungannya ke Sumatera Barat pada sejumlah iven-iven penting di daerah ini hampir satu dekade, baru kali inilah ia menyempatkan diri berkunjung ke SMKN 4 (SSRI/SMSR) Padang, suatu sekolah seni yang telah lama dikenalnya lewat sejumlah media massa dan media sosial serta omongan sejumlah teman-teman seniman seni rupa di tanah air.

Apalagi di sekolah ini pulalah cikal bakal serta embrionya seniman-seniman besar seni rupa di tanah air yang kini menjadi buah bibir para pengamat seni, kurator dan insan pers terutama sejumlah nama-nama penting di tanah air, baik yang bermukim di Sumatera Barat, Di daerah Yogyakarta, jakarta, Bandung dan lainnya, ujar Herwandi kepada semangatnews.com seraya mengamati sejumlah lukisan karya-karya yang terpajang yang sebagian besar diisi oleh guru, alumni serta siswanya.

“Ia mengenal sejumlah nama-nama penting perupa nasional yang berada di SMSR Padang, diantaranya Herisman Tojes, Amrianis, Zirwen Hazry, Ak Backrie Aziz, Sutan Mudo dan lainnya untuk di jogjakarta meskipun tidak langsung kenal dengan orang ia mengenal sejumlah nama dengan karya-karyanya seperti Risman Marah, Syaiful Adnan, Yusman, Rudi Mantofani, Yunizar, Gusmen Heriadi, Zulfa Hendra, Erizal, Stevan Buana dan banyak lagi,” ujar Herwandi menuturkan.

Kunjungan kekeluargaan sesama warga seni rupa di tanah air ini, ujar Herwandi, juga sekaligus membalas kunjungan Muharyadi, pengamat dan kurator yang saya kenal sejak pra bienalle 2011 bersama mas Kuss Indarto di Padang. Karena Muharyadi selama desember 2019 lalu 2 kali berkunjung ke Bengkulu dan menemui serta berdiskusi dengan teman-teman perupa Bengkulu sedrta bertukar pikiran perihal seni rupa di tanah air, ujar Herwandi.

Selama eksis berkarya seni rupa terutama seni lukis, Herwandi lelaki berambut gondrong ini telah mengikuti berbagai iven penting secara nasional, diantaranya ; -2009 PPSS di taman budaya bengkulu – 2011 Pameran poster di taman ismail marzuki – 2011 Imaji ornamen di galleri nasional indonesia – 2011 Pra biennale sumatera di taman budaya sumatera barat -2011 Pameran sea games di palembang -2012 Rupa tutup buka fenomena di taman budaya bengkulu – 2012 Biennale sumatera #1 di taman budaya sumatera barat – 2013.

Geliat rupa bumi rafflessia di taman budaya bengkulu – 2014 Biennale sumatera #2 di taman budaya sumatera barat -2016 Bengkulu dalam garis di alun-alun view tower bengkulu. – 2016 Biennale sumatera #3 di jambi – 2018 Pameran festival bumi rafflesia #1 – 2019 Pameran festival bumi rafflesia #2.

Selama kunjungan di SMSR Negeri Padang hampir 5 jam lebih Herwandi di dampingi guru senior Muharyadi, dan beberapa guru seni diantaranya Dedy Purwanto, Maizal Fitra, Engky Angriawan, Heris Fanovi, Defrinaldi dan salah seorang alumni Rahadian Defi Yanda. (SS/HF/YSM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.