TANGGAL PASTI….

by -

Maso (caro) seisuk (2)

Oleh Tan Ambo

1.Bagi nan lahir sebelum tahun 1950, umur saat ini sudah mencapai 70 tahun lebih. Banyak diantara mereka nan lahir masa itu tidak mencantumkan tanggal lahirnya pada data pribadinya. Hal ini bisa dimaklumi karena pada masa itu belum ada almanak/kalender seperti saat ini.


Sekarang dirumah kita bisa terdapat lebih dari lima benda nan berfungsi sebagai kalender. Selain kalender dinding, kalender meja, ada jam dinding, arloji dan HP nan memiliki juga penanda waktu hari dan tanggal.
Dan bisa juga masing-masing benda itu lebih dari sebuah dirumah kita.
Nah….bagi nan punya lengkap data kependudukannya jo tanggal lahir bagai, yakinkah sanak itu pasti nan sebenarnya?
Wallahu alam…..

2.Ba a pula caranya ranggaek kita dulu menentukan tanggal lahir anaknya?
Mereka berpatokan pada etongan bulan Arab dan kejadian pemting saat itu.,misalnya :
1.anak nan lahir seminggu puasa berarti lahirnya tanggal 7 Ramadhan.
2.anak lahir sehari raya berarti tanggal 1 Syawal


Ada lagi disebut. .. Lahir partangahan bulan maulud, atau seminggu raya haji. Kalau di Piaman disebut pula lahirnya “timbul bulan sambareh”.
Ini artinya sama dengan tanggal 1 Rajab.

3.Cara lain menentukan tanggal dikaitkan dengan kejadian saat itu. Ketika ranggaek masih hidup saya mendengar bahwa saya lahir sangkat agresi Belanda I. Menurut sejarah agresi I itu terjadi tanggal 21 Juli 1947 sampai 5 Agustus 1947. Di hijrat saya lahirnya dibulan Oktober. Besar kemungkinannya benar karena pendudukan Belandai berakhir tanggal 17 Desember 1948 dengan ditandatanganinya Perjanjian Renville. Tapi tanggal lahir saya apa 7, 17 atau 27. Antahlah… Indak dapat kaba nan pasti doh.


Dari cerita ranggaek-gaek acap juga terdengar umur meteka dikaitkan jo gempa di Padang Panjang (1926). Misalnya ketika gempa di Padang Panjang dia lah bisa tagak di bandua..
Ya sekitar umur setahun, berarti lahirnya tahun 1925.

4.Kesahihan tanggal lahir kita dalam etongan bulan Masehi masih diragukan kepastiannya. Tapi selagi indak ada masalah terus sajalah.
Kaha pula dipikirkan benar, paniang pula palo deknyo.
Ada ciek lai saya dengar… “lahirnya bulan lamang “. Bila lo tu? Tapi jan dipikirkan pulalah…..batambah sakit pula palo beko.

Sakitu dulu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.