Astaga..! Rumah Dahniar Terbakar Tidak Ada Yang Peduli
Semangatnews, Palupuh – Kebakaran di Rumah Ibu Dahniar 66 tahun, yang menghabiskan 1 ( satu ) unit rumah dan isinya tanggal 19 Maret 2020 pukul 13.30 WIB. Kabar duka ini tidak satu orangpun yang tahu dan hingga saat ini mereka belum mendapat bantuan dari siapapun termasuk pemerintah nagari setempat.
Hal ini disampaikan Sekretaris Umum Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kabupaten Agam Adelina Sovya, S.Ag didampingi Yanti Gustia yang juga anggota Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kepada semangatnews lewat whastappnya, Selasa (19/5/2020).
Adelina menceritakan, pada hari ini Sabtu tanggal 16 Mei 2020 sebagai Anggota KSB Kabupaten Agam, berdua Yanti gustia UMKM Palupuh mengunjungi Limau Abuang Jorong Sungai Guntuang Nagari Pasia Laweh Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam
“Tujuan kunjungan untuk melihat langsung kelapangan sehubungan dengan adanya Peristiwa Kebakaran di Rumah Ibu Dahniar 66 tahun, yang menghabiskan 1 ( satu ) unit rumah dan isinya. Ini cukup memprihatinkan kita selain rumahnya jauh kepelosok nagari juga jalan yang dilewati amat sulit”, ujarnya.

Adelina Sovya yang juga sebagai ketua UMKM Palupuh ini juga mengatakan. seperti yang di posting oleh anak ibu Dahniar di medsos saudara Armen Syah, yang menyatakan bahwa terjadi kebakaran di Rumah Ibunya tapi tidak ada mendapatkan bantuan dan kunjungan dari pihak manapun.
” Menempuh jalan yang becek dan rusak dan tak terurus akhirnya sampai juga di Limau Abuang kampung yang dihuni lebih kurang 50 KK ini. Jalan ini merupakan akses penghubung ke Kamang dan dirasa perlu mendapat perhatian untuk tingkatkan dengan aspal tentunya”, serunya.
Adelina sesampai di lokasi kebakaran bertemu langsung dengan korban kebakaran Ibu Dahniar dan Armen Syah, menurut pengakuan korban dan masyarakat setempat memang sejak kejadian kebakaran belum pernah dikunjungi pihak terkait manapun, apalagi menerima bantuan
” Tentunya ini membuat kita miris dan ikut sedih, kenapa ini bisa terjadi, rakyat miskin yang kerjanya sehari hari hanya bertani untuk bertahan hidup. Kondisinya serba kekurangan perlu mendapat perhatian dari pemerintah terutama pemerintah nagari dan pihak-pihak yan kompeten dalam membantu keluarga miskin”, harapnya.
Adelina himbau, kedepan kita harapkan hal ini tidak terjadi lagi di daerah manapun dan dengan alasan apapun.
“Mari bersama -sama kita bantu keluarga ini untuk dapat beraktifitas kembali serta membantu ekonomi kebutuhan sementara waktu”, ajaknya Adelina Sovya penuh harap
