Afrizal Buya, Tokoh “Uwan” Carito Lapau Purna Tugas, April 2019.

oleh -

Semangatnews, Padang – Buya Afrizal yang lebih akrab dipanggil “Uwan” tokoh carito lapau TVRI Sumbar tahun 1992- 2000 an pada bulan April 2019 memasuki masa purna tugas sebagai pegawai negeri sipil provinsi Sumatera Barat. Terlintas wajah sederhana yang bersahaja dalam 32 tahun pengabadian sebagai abdi negara.

Buya Afrizal menuturkan sekelumit kisah perjalan sebagai abdi negara kepada semangatnews yang menemui Buya Afrizal masih juga melaksanakan tugas menyiapkan daftar liputan wartawan Sumatera Barat, Jum”at (11/1/2019)

Buya mulai masuk jadi pegawai tahun 1987 di kantor wilayah (Kanwil) Departemen Penerangan (Deppen) Provinsi Sumatera Barat.

Dengan bekal pendidikan kejuruan tamatan Sekolah Menengah Kerawitan Indonesia (SMKI) Padang 1985, diterima sebagai pegawai penerangan pada jalur PB 2, karena diminta oleh Kakanwil Deppen Sumbar Drs. Shamsir Alamsyah, karena pintar bersalung serta memiliki bakat mengolah dan memainkan musik tradisional minang, talempong, bansi dan lain-lian.

Permintaan itu resmi disampaikan kepada kepala SMKI Sayoeti Noerdin dari Kakanwil Deppen Shamsir Alamsyah. Walaupun awalnya berat meninggalkan profesi guru kesenian SMKI akhirnya karena dorong kepala sekolah akhirnya mengikuti tes masuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), ungkap Buya panggilan akrab lainnya.

Uwan juga menceritakan bagaimana dahulu ia, bersama Mansur Piliang, Imart Welly, Sofia Gusti Amri dan Widodo Primajaya memasuk mewarnai siaran TVRI Padang dengan acara Cerita Lapau. Yang membuat ia populer dengan panggilan ” Uwan”.

Kenangan ini menjadi sesuatu kreatifitas kebersamaan dalam pengabadian sebagai aparat Departemne Penerangan, yang mesti mensosialisasi semua program dan keberhasilan pembangunan kepada masyarakat.

Apa yang telah dilakukan mungkin belum apa-apa karena waktu dan zaman terus berganti. Namua zaman dan waktu telah menunjukan perjalanan kisah yang setiap orang menjalani dan baginya sulit untuk dilupakan semuanya, ujarnya.

Buya Afrizal juga menambahkan, setelah Deppen dibubarkan pemerintah tahun 1999, saya juga ditempatkan di Biro Humas hingga menjelang purnatugas saat ini.

Dinamika kantor gubernur, dengan atasan pak Yuen Karnova, pak Asrizal Asnan, Pak Mirwan Pulungan, Pak Fachril Murad, Pak Devi Kurnia, Pak Suhermanto Raza, Pak Dedek Nuzul Putra, almarhum Pak Surya Budi, Pak Irwan dan Pak Jasman, semua berbeda ragam akan tetapi kewajiban melayani wartawan sebagai mitra kerja Humas tetap sama.

Mungkin kepada rekan-rekan wartawan yang selama ini sering berhubungan dengan ambo, ada juga yang kurang senang atau merasa tak nyaman. Itu semua bukan kesalahan teman-teman tapi konsekwensi taat aturan dalam kerja yang menjadi prioritas.

Tidak ada maksud ingin melukai atau menyakiti hati seseorang. Akan tetapi menjalani tugas apa adanya tidak lepas juga dari sakwa sangka, apa lagi perbuatan yang disengaja tentunya akan lebih buruk lagi. Karena itu ucapan permohonan maaf atas ketidak sengajaan ataupun yang disengaja saya mohon maaf yang sedalam-dalamnya. Semoga kebaikan selalu menjadi inspirasi kita memajukan pembangunan Sumatera Barat yang sama-sama kira cintai ini, imbuhnya.

Surat Keterangan Pensiun atas nama Afrizal telah ditanda tangani Gubernur Sumatera Barat dengan nomor :882/3997/BKD-2018 tentang pemberian kenaikan pangkat pengabdian, pemberhentian dan pemberian pensiun pegawai negeri sipil yang mencapai batas usia pensiun.

Terhitung bulan akhir April 2019 sosok Afrizal “Uwan/Buya” memasuki masa pensiun dengan pangkat terakhit Penata dengan golongan (III.c).

Semoga apa yang telah dijalani sebagai aparat negara di Sumatera Barat selama ini menjadi amalan dan keberkahan hidup, sosok Afrizal Buya yang sederhana dan apa adanya (smgt19)