Jakarta, Semangatnews.com – Di stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Minggu dini hari, sebuah adegan haru tercipta ketika gelandang timnas Indonesia, Thom Haye, tak kuasa menahan tangis setelah peluit akhir dibunyikan. Kegagalan tim Merah Putih lolos ke Piala Dunia 2026 kini menjadi kenyataan pahit yang harus diterima para pemain dan pendukungnya.
Pertandingan melawan Irak berjalan dengan intens. Meski Indonesia berjuang keras dan menciptakan sejumlah peluang, eksekusi akhir gagal menembus benteng pertahanan lawan. Sementar itu, satu kesalahan pertahanan berdampak fatal: Irak berhasil mencetak gol tunggal yang memastikan kemenangan mereka.
Begitu wasit meniup peluit panjang, Haye langsung terjatuh di tengah rumput. Ia menutupi wajahnya dan terisak, menunjukkan betapa besar beban emosional yang dipikul sebagai bagian dari skuat nasional. Rekan setimnya segera mengerumuni, mencoba menguatkan dan menghibur, namun tak mampu menghentikan air mata.
Perasaan kehilangan itu juga merembet ke para pemain lain. Suasana di lapangan penuh kesedihan, dengan beberapa wajah tertunduk dan tangan menggenggam dada. Bagi sebagian pemain, ini mungkin menjadi momen terakhir mereka berjuang demi “Garuda” di ajang kualifikasi dunia.
Data klasemen memperjelas pahitnya hasil tersebut. Indonesia finis sebagai juru kunci Grup B putaran keempat kualifikasi, tanpa satu poin pun. Kegagalan melaju ke babak berikutnya tak dapat dihindari lagi setelah satu kekalahan tipis melawan Irak.
Publik dan media pun makin ramai menyebut bahwa impian Indonesia untuk tampil di panggung Piala Dunia harus dikubur. Banyak yang menyoroti bahwa meski semangat dan usaha sudah ada, eksekusi di lapangan dan ketajaman penyelesaian menjadi kendala yang sulit terobati.
Kekecewaan meluas hingga ke level federasi. Ketua umum PSSI menyampaikan permohonan maaf kepada suporter dan seluruh rakyat Indonesia. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa sampai titik ini tim telah menunjukkan performa terbaik sesuai kemampuan.
Di media sosial, hashtag #KluivertOut dan #IndonesiaPialaDunia menjadi trending topik. Warga net mengeluarkan kritik terhadap keputusan taktis, komposisi pemain, dan strategi yang diambil selama perjalanan kualifikasi. Banyak pula yang menyematkan rasa simpati dan dukungan moral kepada para pemain.
Analisis sepakbola pun mencoba mempertanyakan: apakah kegagalan ini murni soal mental dan peluang yang tak termanfaatkan, ataukah ada strategi koordinasi tim dan persiapan matang yang belum optimal di panggung internasional?
Meski mimpi dunia harus disudahi sementara, semangat dan cerita para pemain tak perlulah padam. Bagi banyak pihak, meski mimpi saat ini kandas, pelajaran dari proses dan usaha akan menjadi pijakan untuk memperbaiki prestasi sepakbola Indonesia ke depan.(*)
