Ajie Darmaji Tak Kuasa Tatap Anak Kembarnya Setelah Kepergian Mpok Alpa

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Suasana duka masih sangat menyelimuti rumah tangga Ajie Darmaji usai kepergian sang istri, Mpok Alpa. Dalam sebuah kesempatan, Ajie mengaku dirinya “tak kuat” untuk menatap wajah anak kembar mereka karena bayang-bayang Mpok Alpa begitu kuat membayang di hati.

Ia mengungkapkan bahwa setiap kali melihat anak kembar mereka bermain atau tertawa, rasa kerinduan terhadap Mpok Alpa langsung menyergap — bahwa kehilangan sosok ibu begitu tiba-tiba kini menjadi beban emosional yang belum sepenuhnya bisa ia redam.

Anak-anak mereka pun masih harus melalui masa adaptasi tanpa kehadiran Mpok Alpa dalam keseharian — makan bersama, bermain, hingga rutinitas malam kini menjadi momen berat yang harus ditempuh dengan hati yang rapuh.

Ajie menyebut bahwa dirinya berusaha kuat demi anak-anak, agar mereka tetap merasakan kehangatan keluarga, sekaligus menahan tangis saat sendirian ketika kenangan sang istri begitu hidup di pikirannya.

Dalam pernyataannya, Ajie juga menyampaikan rasa terima kasih kepada penggemar dan masyarakat yang terus memberi dukungan dan doa, yang menurutnya sangat berarti dalam proses penyembuhan hati keluarganya.

Rumah keluarga kini sering sunyi saat sore, dengan mainan anak tergeletak, suara tawa yang tak lagi utuh, dan kehadiran Mpok Alpa terasa lewat bingkai foto dan jejak kenangan yang ada di setiap sudut rumah.

Beberapa sesi terapi keluarga telah dijalani, dengan psikolog anak membantu agar anak kembar bisa memahami bahwa kehadiran ibu mereka tetap ada dalam setiap cinta dan cerita yang diceritakan oleh keluarga.

Ajie mengakui bahwa malam hari menjadi momen tersulit: ketika suara senyap semakin tajam dan pikiran mulai membayang, ia harus mencoba menahan rasa kehilangan agar anak-anak tidak terseret dalam kesedihan yang terlalu dalam.

Ia berharap bahwa waktu akan membantu meredam duka, dan semoga anak-anak bisa tumbuh dalam kasih sayang yang dipenuhi kenangan positif dan kekuatan dari keluarga yang tersisa.

Meski perjalanan ini tidak mudah, Ajie menunjukkan bahwa cinta sejati tak usai dengan kepergian — bahwa merawat kenangan dan menjaga anak tetap merasa dicintai adalah bentuk cinta terbesar yang bisa ia wujudkan untuk Mpok Alpa.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.