“Aksi Demo Senayan” menginspiratif Germa Bukittinggi

by -

“Aksi Demo Senayan” menginspiratif Germa Bukittinggi

Semangatnews, Bukittinggi – Ribuan mahasiswa Kota Bukittinggi dengan orasi nya menolak kebijakan pemerintah sekaitan Undang-undang Omnibus Law yang terkesan nya berdampak pada buruh, dengan solidaritas mahasiswa yang sekaligus menginspirasi mereka dari kegiatan yang sama di Senayan Jakarta, demikian jeritan hati nurani mereka yang disampaikan di depan gedung DPRD Kota Bukittinggi, siang usai Shalat Jum”at (9/10), pukul 14.00 wib.

Rombongan Aliansi, Gerakan Mahasiswa Bukittinggi (Germabu) dengan ribuan peserta orasi diawali titik tumpul di Lapangan Wirabraja Jalan Sudirman meskipun lalu lintas terjadi kemacetan sampai menuju gedung DPRD, mereka arak-arakan dan dilengkapai alat peraga spanduk yang bertuliskan curhatan hati menolak Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law).

Ditenggah keramaian ribuan Germabu depan gedung DPRD Bukittinggi, mereka berorasi, seorang orator yang berpidato dengan semangat dengan suara lantang diiringi tepuk tangan serta sorak suara yang bergema membuat suasana orasi semakin bersemangat orator berpidato.

“Orator yang berasal dari Mahasiswa UIN Pekanbaru namun kampung halamannya Bukittinggi,” jelasnya memperkenalkan diri kepada massa yang hadir orasi.

25 orang utusan Germabu diterima oleh DPRD Kota Bukittinggi untuk menyampaikan tuntutannya. Ketua DPRD Herman Syofyan didampingi dua anggota nya Nurhasra dan Rusdy, pada pertemuan dengan Mahasiswa jajaran legeslatif menyuarakan juga serta berpihak pada rakyat bahkan menandatangani surat orasi yang disodorkan Germabu kepada anggota Dewan.

“Ketua DPRD Ikut bangga dan terharu dengan perjuangan mahasiswa yang mencatat sejarah hidup disaat ini, bagi nya mahasiswa perjuangan mereka betbuah hasil dengan satu langkah sama wakil rakyat namun tuntutan Germabu harus sesuai mekanisme nya serta prosedur, pada Senin besok semua tuntutan mahasiswa disampaikan ke Pusat melalui Gubernur Sumbar,” jelas Herman Syofyan.SE.

Tujuh poin masa orasi melakukan tuntutan pada DPRD Kota Bukittinggi diantaranya, mendesak Presiden untuk menertibkan perpu. mendesak ketua DPRD dan PLT Walikota menandatangani penolakan undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja dan jika tidak dilaksanakan sehingga akan terjadi lagi aksi lanjutan.
Orasi berlangsung sampai sore hari, pihak keamanan turut serta mendampingi masa orasi dengan 279 personil Polri plus 1 pleton ( 30 orang ) TNI bersatu dengan Germabu ehingga Orasibyang diakhiri damai dan tidak ada terjadi anarkhis, komentar Kapolres AKBP.Dedi Prawiranegara, SIK, MH. (Yet).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.