Jakarta, Semangatnews.com – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada sesi pertama Senin berlangsung di bawah tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah dan bertahan di zona negatif akibat meningkatnya aksi jual yang dilakukan investor asing.
Pelemahan indeks terjadi setelah sejumlah saham unggulan mengalami tekanan jual sejak awal perdagangan. Kondisi tersebut membuat laju penguatan pasar yang sempat terlihat pada beberapa sektor belum mampu mengangkat IHSG ke area positif.
Data perdagangan menunjukkan investor asing masih memilih melakukan net sell pada sejumlah emiten berkapitalisasi besar. Arus keluar dana asing menjadi salah satu sentimen yang membayangi pergerakan pasar domestik.
Meski demikian, tidak semua sektor bergerak negatif. Saham-saham di sektor konsumer nonprimer justru mampu mencatatkan kenaikan sehingga menjadi penopang utama di tengah pelemahan mayoritas sektor lainnya.
Pelaku pasar juga masih menunggu berbagai perkembangan ekonomi global yang diperkirakan memengaruhi arus investasi ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Selain faktor eksternal, kondisi domestik juga menjadi perhatian investor. Berbagai kebijakan ekonomi yang akan diumumkan pemerintah dinilai berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar dalam beberapa waktu ke depan.
Menurut pengamat pasar modal, tekanan pada sesi pertama merupakan hal yang wajar ketika investor masih melakukan penyesuaian terhadap berbagai sentimen terbaru. Mereka menilai volatilitas masih akan cukup tinggi hingga penutupan perdagangan.
Investor ritel pun diimbau tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harian. Analisis terhadap kondisi fundamental perusahaan tetap menjadi faktor utama dalam menentukan strategi investasi.
Sementara itu, aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia tetap berlangsung aktif. Tingginya nilai perdagangan menunjukkan minat investor terhadap pasar saham masih cukup besar meskipun indeks sedang terkoreksi.
Sejumlah analis memperkirakan peluang terjadinya pembalikan arah masih terbuka apabila muncul sentimen positif pada sesi kedua. Aksi beli terhadap saham-saham yang telah mengalami koreksi juga dapat menjadi penopang pergerakan indeks.
Dengan kondisi pasar yang masih berfluktuasi, investor disarankan terus memantau perkembangan ekonomi global maupun domestik. Pergerakan dana asing diperkirakan tetap menjadi salah satu faktor utama yang menentukan arah IHSG dalam jangka pendek.(*)

