Alarm Krisis Minyak Hantui Eropa, Harga Energi Dunia Terancam Meledak

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Ancaman krisis minyak kembali menghantui kawasan Eropa setelah sejumlah analis memperingatkan kemungkinan terjadinya kekurangan pasokan pada akhir Mei 2026. Kondisi tersebut dipicu menipisnya cadangan minyak global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan gangguan distribusi energi dunia.

Peringatan keras datang dari Wakil Ketua Eksekutif Abaxx Commodity Exchange, Jeff Currie, yang menyebut Eropa bisa menghadapi kelangkaan pasokan minyak sewaktu-waktu dalam beberapa pekan ke depan. Ia menilai kondisi pasar saat ini belum sepenuhnya mencerminkan tingkat krisis yang sebenarnya sedang terjadi.

Di tengah kekhawatiran tersebut, harga minyak dunia langsung melonjak tajam. Harga Brent dilaporkan bertahan di atas level USD 112 per barel akibat meningkatnya kecemasan pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Krisis energi ini tidak lepas dari konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi minyak dunia, khususnya di kawasan Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut selama ini menjadi salah satu pusat distribusi energi paling penting di dunia.

Sejumlah negara Eropa kini mulai menghadapi tekanan berat akibat menurunnya stok cadangan energi. Kilang-kilang utama di beberapa negara dilaporkan mengalami penurunan kapasitas produksi karena keterbatasan pasokan minyak mentah.

Analis memperingatkan bahwa dampak krisis tidak hanya dirasakan pada sektor energi. Harga bahan bakar transportasi, biaya logistik, hingga harga kebutuhan pokok diperkirakan ikut mengalami kenaikan jika kondisi pasokan terus memburuk.

Maskapai penerbangan internasional juga mulai terkena imbas. Sejumlah laporan menyebut ribuan penerbangan berpotensi dikurangi akibat menipisnya pasokan bahan bakar avtur di beberapa kawasan Eropa.

Negara-negara anggota G7 bahkan dikabarkan menggelar pertemuan darurat di Paris untuk membahas ancaman krisis energi yang semakin serius. Pertemuan itu difokuskan pada strategi menjaga stabilitas pasokan energi dan mengendalikan lonjakan harga global.

Sementara itu, pemerintah di berbagai negara Eropa mulai mempertimbangkan langkah pelepasan cadangan strategis untuk menahan gejolak pasar. Namun sejumlah pengamat menilai langkah tersebut hanya mampu menjadi solusi sementara.

Kondisi ini juga mendorong masyarakat Eropa mencari sumber energi alternatif. Permintaan terhadap panel surya dan energi terbarukan dilaporkan meningkat tajam sejak krisis energi global mulai memburuk pada awal tahun 2026.

Jika pasokan minyak global tidak segera stabil, Eropa diperkirakan menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat dalam beberapa bulan ke depan. Krisis energi berpotensi memicu inflasi baru sekaligus memperlambat pemulihan ekonomi kawasan tersebut di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.