“Alua jo Patuik” Tema Sentral Seni Rupa Tambo Art Centre Tahun Depan

oleh -

“Alua jo Patuik” Tema Sentral Seni Rupa Tambo Art Centre Tahun Depan

Semangatnews.com, Padang – Komunitas seni rupa “Tambo Arts Centre” yang beranggotakan seniman muda seni rupa Sumatera Barat dalam rangkaian kegiatannya yang ke lima tahun 2020 mendatang akan menggelar sejumlah agenda nasional, diantaranya pameran seni rupa yang didalamnya terdapat pameran in dour, lomba sketsa, seminar seni rupa nasional, workshop seni rupa dan art tour.

Semua kegiatan direncanakan akan berlangsung di kota wisata Bukittinggi sejak 19 – 25 September 2020 mendatang yang mengusung tema “Alua jo Patuik”.
Hal itu disampaikan sekretaris panitia, Henry Desmal kepada Semangatnews.com di sela-sela rapat persiapan rancangan agenda dan program berisikan sejumlah kegiatan yang sejak dini dibahas dan dibicarakan, di Padang, Minggu, 3/11.
Menurut Desmal, kegiatan tahun mendatang lebih variatif dengan berbagai eksplorasi kegiatan kesenirupaan yang sejak dini harus disiapkan secara matang, terprogram, rinci dan digit.

Artinya waktu setahun bukan waktu yang panjang untuk mempersiapkan serta merancang dan mendesain program yang insya Allah akan melibatkan banyak seniman dan komunitas seni rupa yang ada di Sumatera Barat.

Berbeda dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya, tahun mendatang komunitas seni rupa “Tambo Art Centre” dengan kegiatan yang telah dirancang dan di desain sedemikian rupa selain mengangkat pameran seni rupa plus indor karya tiga dimensi, lomba sketsa untuk kalangan pelajar dan umum, art tour juga mengangkat kegaiatan ilmiah berupa workshop dan seminar seni rupa nasional yang kesemua kegiatan di pusatkan di kota wisata Bukittinggi, ujar Desmal.

Sementara ketua Tambo Art Centre Yon Indra didampingi sejumlah anggota seperti Yasrul Sami B dan Nesya Fitriyona ditempat yang sama kepada semangatnews.com menjelaskan kegiatan tahun depan merupakan yang ke lima dilakukan komunitas seni rupa “Tambo Art Centre” yang dulunya saat berdiri 29 November 2015 bernama komunitas seni rupa “Kampuang Sakato” yang didalamnya beranggotakan perkumpulan para seniman Jogjakarta asal Sumatera Barat dan seniman seni rupa yang telah lama bermukim dan berkarya di Sumatera Barat yang jumlahnya anggota puluhan banyaknya.

Menurut Yon Indra Tambo Art Centre dibentuk dan didirikan dimaksudkan untuk memajukan senirupa di Sumatera Barat. Saat ini, Tambo Art Centre memiliki para seniman besar yang telah menghasilkan karya luar biasa, dalam peta seni rupa di tanah air. Bahkan tahun-tahun sebelumnya Tambo Art Centre juga pernah mengundang kedatangan pengamat seni Asia, Melani Setiawan dan kolektor tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga dari luar negeri seperti Perancis dan Amerika Serikat, jelas Yondra Indra.

Untuk kegiatan tahun depan yang sejak sekarang sudah mulai di rancang dan di desain sedemikian rupa, dimaksudkan agar semua lini dan lalu-lintas program terlaksana dengan baik dan sempurna dan tidak terkesan tergesa-gesa mengingat jumlah peserta, undangan dan pengamat seni rupa, kolektor dan kurator yang kita undang dari dalam dan luar negeri, jelas Yondra Indra lagi. (FR).