Alumni Antropologi, FISIP Unand Menyampaikan Pernyataan Sikap Atas Situasi Sosial dan Kemanusiaan di Tanah Air

by -
Alumni Antropologi, FISIP Unand Menyampaikan Pernyataan Sikap Atas Situasi Sosial dan Kemanusiaan di Tanah Air
Yefri Heriani, Ketua IKA Unand dan mantan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumatera Barat (2019–2024)

PADANG, SEMANGATNEWS.COM – Ikatan Kekerabatan Antropologi (IKA) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand) melalui Rilis Persnya bernomor : 01/R/IKA-UA/08/2025 tanggal 29 Agustus 2025 menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas situasi sosial dan kemanusiaan yang kian memanas dalam beberapa hari terakhir di tanah air.

Keprihatinan yang mendalam atas situasi sosial dan kemanusiaan tersebut berkaitan kematian tragis pengemudi ojek daring Affan Kurniawan, yang diduga dipicu tindakan represif aparat dilapngan, kemudian terjadi bentrokan yang terus meluas di berbagai daerah merupakan indikasi nyata merosotnya rasa keadilan dan kemanusiaan di Tanah Air.

Menurut Ketua IKA Unand Yefri Heriani yang juga mantan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumatera Barat (2019–2024) bersama Sekretaris IKA FISIP Unand, Firdaus serta Kepala Departemen Kebijalan Program, Nanang Farid Syam (30/08/25) menyebutkan, akar masalah peristiwa ini bukanlah insiden yang berdiri sendiri, melainkan puncak dari akumulasi ketidakpuasan, keresahan, dan hilangnya kepercayaan publik terhadap negara, terutama perilaku para elit politik yang arogan, mementingkan diri sendiri dan golongan, sehingga menyakiti hati rakyat.

Sudah terlalu sering kita menyaksikan nyawa anak bangsa melayang akibat tindakan aparat yang melampaui batas kewenangan. Tragedi Kanjuruhan yang masih menyisakan duka mendalam sepertinya tidak cukup menjadi pelajaran. Hari-hari belakangan, kekerasan terus dipertontonkan aparat dalam mengamankan unjuk rasa.

Kekerasan ini menunjukkan kegagalan aparat dalam menjalankan tugasnya secara profesional, adil, dan humanis.
Tindakan represif ini, ditambah dengan tidak pekanya para elit yang sering melontarkan pernyataan-pernyataan kosong dan anti rakyat yang telah mengikis habis kesabaran rakyat. Kesenjangan sosial yang semakin melebar antara para elit yang sibuk memikirkan kantong pribadi dengan rakyat yang berjuang untuk bertahan hidup menjadi pemicu utama kemarahan publik. Hal ini jelas akan mengancam stabilitas sosial menyebabkan menjebol sendi-sendi persatuan Bangsa dan Negara.

Ikatan Kekerabatan Antropologi FISIP Unand mendesak, agar :

(1). Menuntut penyelidikan yang menyeluruh dan transparan atas kematian Affan Kurniawan dan seluruh korban meliputi masyarakat sipil, mahasiswa dan lainnya dalam bentrokan unjuk rasa. Kemudian untuk menegakkan keadilan pelaku kekerasan, tanpa terkecuali, harus diadili secara tegas dan setimpal sesuai Undang-undang yang berlaku.

(2). Mendesak Pemerintah untuk segera melakukan evaluasi dan reformasi total terhadap prosedur operasional aparat keamanan dalam menghadapi massa aksi. Tindakan represif yang tidak proporsional harus dihentikan dan diganti dengan pendekatan yang humanis dan dialogis.

(3). Kepada Presiden Prabowo Subianto, kami mendesak agar segera mengambil langkah konkret dan tegas dan tidak berpihak pada segelintir elit saja.

(4). Kepada seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar menunjukkan sikap empati terhadap kondisi kebangsaan dan penderitaan rakyat. Jangan bersikap anti kritik atas suara rakyat yang disampaikan melalui aksi demonstrasi dan berbagai kanal lainnya.

Bagaimana pun DPR mestinya melakukan upaya-upaya konstitusional untuk merespon berbagai masalah rakyat, agar kesejahteraan yang menjadi cita-cita kemerdekaan benar-benar dirasakan rakyat.

Pernyataan sikap ini, menurut IKA Antropologi Unand, merupakan bentuk tanggung jawab moral dan intelektual alumni FISIP Universitas Andalas dalam menolak ketidakadilan yang merusak fondasi kebangsaan. Dan sudah saatnya Wakil Rakyat benar-benar mewakili kepentingan rakyat, bukan diri sendiri dan golongan. (mh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.