Amanda Manopo Ungkap Harapan Kehadiran Sara Wijayanto di Hari Bahagia: “Ibu Harus Pegang Anakku”

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Dalam sesi bincang santai di sebuah podcast, Amanda Manopo menyampaikan permintaan begitu menyentuh kepada Sara Wijayanto, sosok yang selama ini dianggap seperti ibu baginya. Ia berharap, ketika suatu hari ia hamil dan melahirkan, Sara akan hadir dan menggenggam tangan anaknya sebagai bentuk kasih sayang.

Amanda, yang kini telah resmi menikah dengan Kenny Austin, mengungkapkan bahwa ia tidak berniat menunda memiliki momongan. Namun lebih dari itu, ada keinginan batin baginya agar sosok ibunda — dalam arti keluarga atau figur ibu pengganti — ikut hadir dan menunjukkan kehadirannya di momen sakral itu.

“Pokoknya nanti kalau aku hamil dan lahiran, ibu harus ada. Ibu yang harus pegang anakku,” kata Amanda dengan lirih. Ucapan itu disampaikan dengan tatapan penuh kasih, yang kemudian membuat Sara tak kuasa menahan air mata.

Sara sendiri memberi respons emosional. Dalam suasana bincang tersebut, terlihat darah mata Sara mulai berkaca-kaca. Amanda sempat meminta agar Sara jangan menangis — karena baginya, tangisan terlalu berarti. Namun rasa haru tampak jelas di wajah keduanya.

Permintaan ini menjadi sorotan luas karena mengungkap sisi personal dan kerentanan Amanda yang jarang tampil di permukaan publik. Sosok selebritas yang identik glamor itu ternyata memiliki hasrat mendalam akan figur pengasuhan dan kedekatan emosional.

Amanda menyebut bahwa kehadiran Sara baginya tak bisa digantikan. Baginya, bukan sekadar tamu dalam acara lahiran, melainkan perwujudan cinta dan konsistensi kehadiran dalam keluarga masa depan. Ia ingin bahwa anaknya tahu siapa sosok yang selalu ada di balik layar.

Suasana podcast yang tadinya ringan kemudian berubah haru ketika Amanda kembali menyebut: “Jangan nangis ya. Aku juga jadi nangis kalau kamu menangis.” Kalimat itu disambut sunyi dan suasana hening di antara mereka berdua.

Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa Amanda menghargai hubungan batin yang terjalin selama ini dengan Sara — bahwa kepercayaan dan kasih sayang tumbuh di luar sekadar ikatan darah. Ia memperlakukan Sara bukan sebagai sosok publik, tapi sebagai teman dan figur penting dalam kehidupannya.

Keharuan ini menyebar cepat di media sosial. Banyak netizen menanggapi bahwa Amanda bukan hanya menuntut kehadiran fisik, tetapi juga menghargai keintiman emosional. Tagar seperti #IbuPegangAnakku pun mulai ramai berseliweran, dipakai sebagai ekspresi harapan serupa dari penggemar.

Dari perspektif dunia hiburan, momen ini menambah dimensi baru dalam citra Amanda: bukan sekadar aktris, tetapi perempuan yang punya harapan sederhana namun mendalam. Ia menampilkan bahwa selebritas juga punya kerinduan batin yang sangat manusiawi.

Meski belum ada kepastian kapan momen itu akan tiba — apakah tahun depan atau beberapa tahun ke depan — ungkapan ini telah melukiskan kerangka harapan masa depan Amanda. Bagaimana ia akan membangun peran sebagai istri dan ibu kelak bersama orang-orang yang dicintainya.

Kini publik menantikan kelanjutan kisah ini: apakah Sara akan menanggapi secara terbuka ataukah mereka akan memelihara kehangatan ini secara privat. Satu yang jelas — melalui kata-kata itu, Amanda memberi makna bahwa hubungan itu bukan sekadar simbol, tetapi cinta yang nyata.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.