Amir Syarif ; Melukis Baginya Merupakan Wujud Nikmat Kepada Allah SWT

by -
Pelukis Senior Amir Syarif dan salah satu karyanya – Foto : Muharyadi

Catatan : Muharyadi

SEMANGATNEWS.COM, PADANG – Pelukis Amir Syarif (84 th) salah seorang pelukis kaligrafi Islam Indonesia asal Sumatera Barat, mungkin sedikit diantara pelukis berusia tua saat ini yang tetap setia dan konsisten melahirkan karya-karya terbaiknya setiap ruang dan waktu.

Keindahan karya-karyanya bukan hanya dipaparkan dalam bentuk khat kaligrafi Arab deformasi dekoratif, tetapi juga berfungsi sebagai unsur disain, bahkan bisa menjadi tekstur dan menjadi bagian lukisan yang ingin ditonjolkan diperkuat ornamen-ornamen dengan teknik sapuan kuas yang rinci bahkan detail.

Amir Syarif, Al-Hasyr, 22-23, Mixed Media, 100×100 cm – Foto : Muharyadi —

Dalam bincang-bincang dengan Amir Syarif di kediamannya Jalan Tekonologi VI A, No. 53, Nanggalo, Sitebab Padang, Rabu Sore (19/04/23) menyebutkan, karya-karyanya tidak ditujukan pada seni tulis indah, melainkan menggunakan kaligrafi menjadi unsur utama di setiap karya-karya yang dihasilkan.

Karena seni kaligrafi atau seni tulis indah tidak mempunyai tugas lain kecuali mengekspresikan arti yang dikandungnya, sementara seni lukis kaligrafi berfungsi sebagai unsur disain, bahkan bisa menjadi tekstur dan bahkan menjadi bagian lukisan yang ingin ditonjolkandi dalamnya.

Rincian dan detail warna serta garis-garis pada setiap karya-karya yang ditampilkan, terlihat bersemangat, sebagai ekspresi zikir visual tentang ayat-ayat Allah. Yang muncul kemudian karakter visual garis, warna, ruang dan tekstur dalam mencapai kesadaran spritual yang berangkat dari motif-motif flora mengambil obyek-obyek alam mengutamakan aspek keindahannya sebagai totalitas wacana isian karya.
Lihat lukisan Amir Syarif berjudul “Zikir Utama”, akrilik, 100×100 cm, merujuk artinya umat muslim dianjurkan untuk membiasakan diri tidak segera berdiri setelah selesai shalat fardhu atau sunnah. Anda bisa berdzikir dengan membaca istighfar (astaghfirullahaladzim) sebanyak 3 kali, tahmid (alhamdulillah) 33 kali, tasbih (subhanallah) 33 kali dan takbir (allahu akbar) sebanyak 33 kali.

Amir Syarif, Ini Termasuk Karunia Tuhanmu, akrilik, 127×107 cm – Foto : Muharyadi —

Lihar karyanya yang lain Al-Hasyr 22-23, akrilik, 100 x 100 cm bermakna ; “Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia” Belum termasuk karya yang lain seperti “Ini Termasuk Karunia Tuhanmu”, akrilik 127 x 147 cm, “Wajah”, akrilik 100×90 cm selalu dijiwai penghayatannya terhadap Al-Qur’an.

Dalam bahasa visual semua bentuk yang dihadirkan pada karya karya ini dapat dibaca dengan berbagai tingkatan penafsiran. Warna-warna yang cendrung ringan, disertai tanda segi tiga ornamentik dan guratan-guratan kaligrafi Al-Qur’an dapat memancarkan spiritualitas Islam.

Wujud Nikmat Kepada Allah

Karya-karya Amir Syarif teman seangkatan sang maestro Amri Yahya (alm) ini tetap setia dan konsisten di hari tua untuk tetap berkarya, berpameran dan berkarya lagi melahirkan karya-karya yang bukan hanya indah, tetapi juga memiliki daya pukau tinggi .

Melukis bagi Amir Syarif, merupakan suatu cara menyikapi nikmat yang diberikan Allah SWT kepada umatnya. Nikmat merupakan jalan untuk mengetahui zat yang memberi nikmat. Menamakan Islam dan Iman di dalam Al-Qur`an dengan syukur. Dari sini diketahui bahwa mengetahui sebuah nikmat merupakan rukun dari rukun-rukun syukur.

Apabila seorang hamba mengetahui sebuah nikmat maka dia akan mengetahui yang memberi nikmat. Ketika seseorang mengetahui yang memberi nikmat tentu dia akan mencintai-Nya dan terdorong untuk bersungguh-sungguh mensyukuri nikmat-Nya.

Menurut suami dari Roswita (72 th) dan ayah sepuluh anak dan lulusan ASRI Yogyakarta (1963) menyebutkan, sebagai umat beragama seharusnya kita mengetahui kebenaran, kesempurnaan, serta keistimewaan akan kenikmatan yang diberilah Allah kepada umatnya.
Maka tidak selayaknya kita melalaikan nikmat tersebut begitu saja. Kita seharusnya mensyukuri nikmat dengan sebenar-benarnya syukur, agar Allah tidak mencabut nikmat itu dari kita. Dari beberapa ayat yang saya angkat kepermukaan dalam bentuk lukisan kaligrafi Islam, dapat saya simpulkan bahwa semua nikmat yang Allah berikan harus didasari dengan keimanan dan tawakkal kepada Allah.

Menjalani perintah serta menjauhi larangan-Nya. Allah saja bisa menambah nikmat kepada hamba-Nya, kenapa kita sebagai hamba-Nya tidak bisa menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah, ujar Amir Syarif memberi ilustrasi.
Melukis sama artinya dengan mensyukuri nikmat, antara lain selain melakukan kewajiban kita selaku umat beragama dan menjauhisegala laranga-NYA. Betapa Mahakasih dan Maha penyayang Allah SWT. Saya memperlakukan nikmat yang ada sesuai yang dikehendaki Allah, Sang Pemberi Nikmat, yakni melukiskan kalimat-kalimat indah yang diturunkan Allah SWT kepada seluruh umatnya dimuka bumi tercinta ini, ujar Amir Syarif. (***)

Muharyadi, Kurator dan jurnalis tinggal di Padang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.