Anak Sering Muntah Saat Makan, Apa yang Salah?

oleh -
Ilustrasi

HaloNusa – Muntah merupakan gejala yang sering terjadi pada anak. Muntah didefinisikan sebagai keluarnya isi lambung melalui mulut yang umumnya didahului oleh rasa mual dan penuh pada perut dan dada. Penyebab muntah beraneka ragam, mulai dari kondisi yang ringan sampai dengan suatu penyakit yang serius.

Apabila anak selalu muntah saat makan, ada beberapa hal yang bisa menyebabkannya:

  • Infeksi, misalnya gastroenteritis
  • Intoleransi atau alergi makanan
  • Gastroesophageal reflux (GERD) yang ditandai dengan naiknya asam lambung ke kerongkongan
  • Adanya sumbatan saluran cerna, dapat terjadi bawaan (misalnya tidak sempurnanya pembentukan saluran cerna) atau didapat (misalnya: usus yang memuntir)
Baca Juga:  Dr. Andani; Pemda Harus Optimalkan Fungsi Satgas Nagari Untuk Tekan Penularan Covid 19

Penting bagi Anda untuk dapat mengenali tanda-tanda yang harus diwaspadai pada anak yang sering muntah. Tanda-tanda bahaya tersebut adalah:

  • Anak rewel atau menangis terus-menerus
  • Anak menolak makan
  • Anak tampak lemas
  • Perut menjadi semakin membuncit
  • Anak tidak buang air besar
  • Muntah berwarna hijau
  • Berat badan sulit naik, atau bahkan turun
  • Muntah menyemprot
Baca Juga:  POSITIF RATE COVID 19 DI SUMBAR MELIJIT; WAGUB AUDY MINTA AKTIFKAN POSKO SAMPAI KE NAGARI

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah risiko terjadinya dehidrasi pada anak yang sering muntah. Dehidrasi ditandai dengan anak rewel, tampak kehausan atau tidak dapat minum sama sekali, mata cekung, tidak ada air mata, mulut kering, dan anak sedikit/tidak buang air kecil. Oleh karena itu, anak harus mendapatkan asupan cairan dan elektrolit yang cukup selama masih muntah-muntah.