Anies Dikeroyok Ramai-ramai Lantaran Jakarta Ingin Terapkan PSSB Jilid 2

oleh -

Anies Dikeroyok Ramai-ramai Lantaran Jakarta Ingin Terapkan PSSB Jilid 2

Semangatnews, Jkt- Warga yang terpapar Covid 19 di ibukota Jakarta semakin tinggi. Kapasitas daya tampung mulai penuh, petugas juga kewalahan.

Untuk itu Gubernur Anies Baswedan akan menerapkan PSSB jilid 2 mulai 14 September ini.

Namun rencana ini mendapat tantangan dari pemerintah pusat. Anies sepertinya dikeroyok ramai-ramai.

Dikutip dari Galamedianews, Ketua Tim Penanganan Covid-19 Airlangga Hartarto mengaku keberatan dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di ibu kota negara. Kebijakan tersebut dinilai akan berdampak kepada roda perekonomian Jakarta.

Menurut Menteri Kordinator perekonomian itu, meski PSBB total berlaku pekan depan, aktivitas perkantoran tetap beroperasi 50 persen.

Pernyataan Airlangga tersebut bertolak belakang dengan Anies Baswedan menyebutkan seluruh aktivitas perkantoran semuanya akan dihentikan seperti PSBB jilid pertama.

Pernyataan Ketua Umum Partai Golkar itu juga sontak membuat Direktur Lokataru Indonesia, Haris Azhar naik pitam. Menurutnya, pemikiran Airlangga Hartarto hanya uang saja.

Demikian disampaikan Haris Azhar melalui insta storynya di Instagram, Jumat 11 September 2020.

“Ngeyel nih orang otaknya cuma duit,” kata Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) itu.

Sebelumnya para menteri Kabinet Indonesia Maju ramai-ramai mengeroyok kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kembali menerapkan PSBB total mulai 14 September 2020.

Sejumlah pernyataan diungkapkan dalam rapat koordinasi nasional Kadin Indonesia bidang perindustrian, perdagangan, dan hubungan internasional dengan narasumber, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

Menteri Airlangga, menyatakan dampak kebijakan Anies sudah terlihat di pasar saham tanah air hari ini.