Apical Group Investasikan 800 Miliar Untuk Membangunan Pabrik CPO di Pelabuhan Teluk Bayur.

0

Semangatnews, Padang – Apical Group akan membangun pabrik CPO minyak kelapa sawit di pelabuhan Teluk Bayur dengan menginvestasikan sekitar 800 Miliar, yang merupakan salah satu pengekspor minyak kelapa sawit terbesar di Indonesia.

Ini merupakan suatu kabar gembira bagi masyarakat sumbar, karena investasi sangat penting untuk kemajuan daerah, meningkatkan pendapatan, bisa mengurangi kemiskinan dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Sumbar.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno saat membuka acara Apical Group di Hotel Grand Inna Padang, Rabu 13 Maret 2019.

Gubernur Sumbar mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) sedang menggalakkan pengembangan dan percepatan investasi di Sumbar, salah satunya dengan cara mencari serta mendorong investor dalam dan luar negeri agar bisa berinvestasi untuk pembangunan Sumbar.

Irwan mengakui mencari investor tidaklah mudah, sehingga pemerintah daerah harus berinovasi dan kreatif dalam mencari peluang lainnya. Bahkan pemerintah perlu mencari peluang sampai ke luar negeri, menemui perantau, dan mengadakan kerjasama perdagangan, atau kerjasama lainnya.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menegaskan, jangan ada pihak terkait yang memperlambat dalam proses investasi, untuk pengurusan izin investasi harus lebih dipermudah, agar investor merasa nyaman, aman, dan mau menanamkan modalnya di Sumbar.

“Pengurusan izin mestinya dipermudah, jangan sampai ada pihak yang memperlambat atau memperlama proses investasi. Kalau ada yang menyulitkan prosesnya, laporkan kepada saya akan saya tegur,” kata Irwan Prayitno.

Lanjut Irwan Prayitno menyampaikan, pembangunan pabrik CPO ini akan menghasilkan 1,2 juta ton pertahun yang diolah menjadi minyak goreng, ini suatu gebrakan baru dari Pelindo II Teluk Bayur yang bekerjasama dengan pihak Apical group.

“Dengan kerjasama tersebut Pelindo menghasilkan 25 Miliar dalam jangka waktu 30 tahun, ini luar biasa, apalagi Pelindo menargetkan ekspor CPO sebanyak 5 juta ton pertahun,” ucap Irwan kagum.

Gubernur Sumbar berharap untuk pembangunan pabrik CPO ini, agar bisa memanfaatkan tenaga kerja dari lokal (sumbar), menurut Armen Amir ada 150 tenaga kerja yang dibutuhkan.

“Dengan adanya pabrik ini, tentu Pemprov Sumbar juga ada tambahan PAD, dan Pelindo juga mendapat tambahan Rp 25 miliar per tahun,” terang Irwan.

Sementara Bestadrian Prawiro Theng, MM, MBA Presiden Direktur Apical Group mengatakan, bahwa Apical Group Ltd adalah salah satu pengelola dan pengekspor minyak sawit dan produk turunannya seperti makanan, oleokimia, dan biodiesel terbesar di Indonesia untuk keperluan domestik dan ekspor internasional.

Empat kilang minyak Apical di Indonesia dan Tiongkok memiliki kapasitas total 4,2 juta ton per tahun. Pada bulan Juli 2016, Apical mengakuisisi perusahaan biodiesel Spanyol, Bio-Oils, meningkatkan produksi solar secara global tahunan sebesar hampir 60% menjadi lebih dari 680.000 ton per tahun. Kilang-kilang ini didukung oleh infrastruktur logistik terpadu seperti dermaga, tangki penyimpanan darat dan tongkang, fasilitas desalinasi air dan pembangkit listrik mandiri.

Ini disampaikan oleh Bestadrian Prawiro Theng sebagai pengenalan perusahaannya sebagai dukungan, agar pemerintah Sumbar dan Padang bisa bekerjasama dalam usaha CPO di teluk Bayur.

Ia juga menyampaikan, sebagai mitra perusahaan yang memiliki tanggung jawab sosial, Apical mendukung masyarakat setempat dengan membangun infrastruktur dan menyediakan akses pasar yang lebih baik untuk produk yang dihasilkan.

Kemudian General Maneger Armen Amir, SH melaporkan, PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur Sumbar terus melakukan pembenahan, demi menuju pelabuhan terkemuka dan termodern di Indonesia.

Salah satunya, menjalin kerjasama dengan Apical Grup membangun pabrik refinery dan fraksinasi di kawasan Teluk Bayur Padang.

“Kita sudah lama kerjasama dengan Apical Grup, tapi kali ini mereka menawarkan kerjasama yang senilai Rp 750 miliar untuk 30 tahun,” ujar Armen Amin.

Dikatakan Armen, pabrik ini nantinya akan dibangun di atas lahan seluas 5,1 hektar milik PT Pelindo Teluk Bayur. Pabrik salah satu pengelola dan pengekspor minyak sawit terbesar di Indonesia ini, akan menggunakan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) PT Pelindo untuk industri handling dalam kegiatan bongkar muat.

“Kami berharap agar semua masyarakat Sumbar, terutama di kawasan Teluk Bayur dapat mendukung penuh kehadiran pabrik Apical Grup ini nantinya,” ujarnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.