Jakarta, Semangatnews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim kemarau 2026 di Indonesia akan dimulai pada April. Sejumlah wilayah disebut akan lebih dulu mengalami peralihan dari musim hujan ke musim kering.
Dalam proyeksi terbaru, sekitar 114 zona musim atau 16,3 persen wilayah Indonesia diperkirakan memasuki musim kemarau pada April 2026.
Wilayah yang lebih dulu mengalami kemarau umumnya berada di kawasan selatan Indonesia. Nusa Tenggara menjadi daerah yang paling awal memasuki fase kering sebelum merambat ke wilayah lain.
Selain itu, sebagian wilayah Jawa juga mulai mengalami perubahan pola cuaca. Daerah seperti pesisir utara Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur diprediksi mulai merasakan kemarau lebih awal.
Wilayah lain yang ikut terdampak awal kemarau pada April antara lain sebagian Bali dan sebagian kecil Sulawesi. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan pola angin dari Monsun Asia ke Monsun Australia.
Perubahan angin tersebut membawa massa udara kering dari Australia ke Indonesia, yang menjadi penanda utama dimulainya musim kemarau.
BMKG juga mencatat bahwa musim kemarau tahun ini berpotensi datang lebih cepat dibandingkan kondisi normal. Sekitar 46,5 persen wilayah diprediksi mengalami kemarau lebih awal dari biasanya.
Tidak hanya lebih cepat, musim kemarau 2026 juga diprediksi lebih kering. Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah daerah, terutama di wilayah yang lebih dulu memasuki musim kemarau.
BMKG mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mulai melakukan langkah antisipasi, khususnya di sektor pertanian dan sumber daya air.
Dengan dimulainya musim kemarau sejak April di sejumlah wilayah, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang semakin ekstrem.(*)

