Jakarta, Semangatnews.com – Arab Saudi kembali menghadapi serangan rudal dan drone yang dilancarkan kelompok Houthi dari Yaman. Serangkaian serangan pada Senin (14/9/2026) menyebabkan 13 warga sipil mengalami luka-luka di tiga kota.
Serangan tersebut menyasar wilayah Khamis Mushait, Abha, dan Taif. Ketiga kota itu berada di antara wilayah Arab Saudi yang menjadi perhatian keamanan setelah Houthi meningkatkan serangan lintas perbatasan.
Menurut keterangan Koalisi Pendukung Pemerintah Yaman, proyektil yang digunakan dalam serangan terdiri atas rudal balistik dan drone. Serangan tersebut menyebabkan warga mengalami luka dengan tingkat ringan hingga sedang.
Dampak serangan tidak hanya dirasakan oleh warga yang menjadi korban. Tujuh rumah dan dua kendaraan juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat proyektil yang menghantam sejumlah kawasan.
Pihak berwenang Saudi langsung melakukan penanganan setelah serangan terjadi. Pemerintah juga meningkatkan kewaspadaan di sejumlah wilayah yang dinilai berpotensi menjadi sasaran serangan berikutnya.
Sebelum serangan terbaru tersebut, Houthi telah mengklaim melakukan serangan besar terhadap Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait. Kelompok tersebut menyatakan menggunakan puluhan rudal balistik dan drone dalam operasi itu.
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan sasaran serangan mencakup sejumlah fasilitas penting di pangkalan tersebut. Di antaranya hanggar pesawat, radar, landasan pacu, depot amunisi, dan fasilitas militer lainnya.
Houthi menyebut rangkaian serangan tersebut sebagai respons atas operasi militer Saudi di Yaman. Kelompok tersebut mengklaim serangan udara Saudi meningkat dalam beberapa hari terakhir dan menyasar sejumlah provinsi yang berada di bawah kendali mereka.
Namun, eskalasi serangan ini mendapat kecaman dari pihak Saudi. Koalisi menyatakan serangan yang mengenai kawasan sipil merupakan tindakan yang membahayakan masyarakat dan melanggar prinsip perlindungan terhadap warga sipil.
Ketegangan tersebut juga bertepatan dengan meningkatnya konflik di Yaman. Pertempuran yang kembali pecah setelah periode relatif tenang sejak gencatan senjata 2022 telah menyebabkan korban jiwa dan mendorong lebih banyak warga meninggalkan wilayah konflik.
Perkembangan terbaru membuat kawasan Laut Merah dan sekitarnya kembali menjadi titik perhatian internasional. Intensifikasi serangan Houthi terhadap Arab Saudi berpotensi meningkatkan risiko terhadap keamanan energi dan perdagangan global, terutama karena kelompok tersebut juga memperkuat pengaruhnya di sekitar jalur pelayaran strategis Bab el-Mandeb.(*)

