Jakarta, Semangatnews.com – Amerika Serikat tengah menyiapkan langkah tak biasa dalam menghadapi lonjakan harga energi global yang dipicu konflik Timur Tengah. Pemerintah AS mempertimbangkan untuk mencabut sebagian sanksi terhadap minyak Iran guna menambah pasokan dunia.
Kebijakan ini muncul di tengah tekanan harga minyak yang terus meningkat akibat gangguan distribusi dan eskalasi konflik di kawasan Teluk. Pasar energi global kini berada dalam kondisi tidak stabil.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengkaji pencabutan sanksi terhadap minyak Iran yang saat ini berada di kapal tanker di laut.
Ia menyebut jumlah minyak yang berpotensi dilepas mencapai sekitar 140 juta barel, yang selama ini tertahan akibat kebijakan sanksi.
Langkah ini dinilai sebagai upaya cepat untuk menambah pasokan global dan menekan harga minyak yang melonjak dalam beberapa pekan terakhir.
Selain itu, pemerintah AS juga membuka opsi untuk melepas cadangan minyak strategis guna memperkuat suplai energi di pasar internasional.
Dampak dari rencana ini langsung terasa di pasar, di mana harga minyak dunia mulai mengalami penurunan meski masih berada di level tinggi.
Harga minyak Brent tercatat sempat turun lebih dari satu persen, sementara minyak mentah West Texas Intermediate juga mengalami koreksi harga.
Namun, tekanan terhadap harga belum sepenuhnya mereda karena konflik di Timur Tengah masih berlangsung dan berpotensi mengganggu pasokan lebih lanjut.
Analis menilai tambahan pasokan dari Iran hanya mampu memberikan efek jangka pendek, sekitar 10 hingga 14 hari, sebelum pasar kembali menghadapi tekanan baru.
Kebijakan ini juga dianggap sebagai strategi ekonomi AS untuk menyeimbangkan dampak konflik tanpa harus sepenuhnya mengandalkan intervensi militer.
Di sisi lain, langkah tersebut memunculkan perdebatan karena berpotensi melemahkan kebijakan sanksi yang selama ini digunakan untuk menekan Iran.
Dengan kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, keputusan AS ini akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah harga energi dunia dalam waktu dekat.(*)

