Jakarta, Semangatnews.com – Sebuah pesawat jenis ATR 400 dilaporkan hilang kontak saat melintas di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu siang. Pesawat tersebut diketahui sedang menjalani penerbangan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sebelum komunikasi dengan menara pengawas terputus secara tiba-tiba.
Informasi awal menyebutkan pesawat mengalami hilang kontak ketika berada di area perbukitan yang cukup sulit dijangkau. Otoritas penerbangan langsung berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional untuk memastikan langkah penanganan darurat dilakukan secepat mungkin demi keselamatan awak dan penumpang.
Basarnas Makassar mengonfirmasi telah menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut dan segera mengaktifkan operasi pencarian dan pertolongan. Tim SAR gabungan pun langsung disiagakan untuk bergerak menuju titik koordinat terakhir yang terdeteksi oleh sistem navigasi penerbangan.
Kepala Basarnas Makassar menyampaikan bahwa sejumlah personel telah diterjunkan ke lapangan, dilengkapi dengan peralatan evakuasi, alat komunikasi, serta dukungan kendaraan operasional. Fokus utama saat ini adalah memastikan lokasi pesawat dan kondisi seluruh orang di dalamnya.
Pesawat ATR 400 tersebut dilaporkan mengangkut sejumlah kru dan penumpang, namun hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi terkait jumlah pasti maupun kondisi mereka. Pihak berwenang masih melakukan pendataan sambil menunggu hasil pencarian di lapangan.
AirNav Indonesia turut berperan aktif dalam proses pencarian dengan memberikan data koordinat terakhir pesawat sebelum hilang kontak. Data ini menjadi acuan utama bagi tim SAR dalam menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi kejadian.
Kondisi geografis wilayah Maros yang didominasi perbukitan dan hutan karst menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian. Meski demikian, tim SAR memastikan upaya penyisiran dilakukan secara menyeluruh, baik melalui jalur darat maupun udara.
Selain Basarnas, unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta relawan setempat juga turut dilibatkan untuk memperluas jangkauan pencarian. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar proses evakuasi dapat berjalan efektif.
Pihak bandara dan maskapai juga telah membuka pusat informasi untuk keluarga penumpang dan kru pesawat. Langkah ini dilakukan guna memberikan pembaruan resmi sekaligus mencegah beredarnya informasi yang belum terverifikasi.
Hingga kini, belum ada laporan lanjutan mengenai ditemukannya pesawat tersebut. Operasi SAR masih terus berlangsung dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia, termasuk penggunaan teknologi pemantauan udara.
Masyarakat di sekitar lokasi pencarian diimbau tetap tenang dan tidak mendekati area operasi demi kelancaran proses evakuasi. Basarnas juga meminta dukungan doa dari seluruh masyarakat agar pencarian segera membuahkan hasil.
Peristiwa hilang kontaknya pesawat ATR 400 ini menjadi perhatian luas dan mengingatkan kembali pentingnya keselamatan penerbangan. Pemerintah dan otoritas terkait berjanji akan memberikan informasi terbaru secara berkala sesuai perkembangan di lapangan.(*)

