Jakarta, Semangatnews.com – Memasuki November 2026, harga sejumlah emas batangan di Pegadaian justru bergerak melemah. Produk Galeri 24, UBS, Antam, dan Antam Mulia Retro tercatat mengalami penurunan harga secara bersamaan pada Minggu (1/11/2026).
Kondisi tersebut menjadi perhatian para pemilik emas maupun masyarakat yang berencana melakukan pembelian logam mulia. Penurunan harga yang terjadi pada berbagai merek memberikan gambaran bahwa pasar emas masih menghadapi tekanan.
Mengacu pada daftar harga Pegadaian, emas Galeri 24 menjadi salah satu produk dengan penurunan cukup besar. Harga jual ukuran 1 gram kini berada di level Rp2.443.000, setelah sebelumnya diperdagangkan sebesar Rp2.478.000.
Produk Antam juga tidak luput dari koreksi. Harga emas ukuran 1 gram turun menjadi Rp2.564.000 dari sebelumnya Rp2.585.000, sehingga mengalami penurunan sebesar Rp21.000.
Untuk emas UBS, harga jual ukuran 1 gram kini mencapai Rp2.467.000. Angka tersebut lebih rendah Rp34.000 dibandingkan harga perdagangan sebelumnya yang tercatat Rp2.501.000.
Sementara itu, emas Antam Mulia Retro dijual Rp2.447.000 per gram. Harga tersebut terkoreksi Rp35.000 dari posisi sebelumnya sebesar Rp2.482.000 per gram.
Penurunan harga tidak hanya terjadi pada ukuran 1 gram. Produk emas dengan bobot lebih besar juga memiliki harga jual yang berbeda-beda sesuai merek dan beratnya. Untuk ukuran 50 gram, misalnya, Galeri 24 dibanderol Rp118.731.000, Antam Rp125.297.000, UBS Rp119.839.000, dan Antam Mulia Retro Rp118.672.000.
Bagi masyarakat yang memiliki dana terbatas, pembelian emas ukuran kecil juga masih tersedia. Emas Galeri 24 ukuran 0,5 gram dijual Rp1.282.000, sedangkan Antam dan UBS masing-masing dibanderol Rp1.333.000. Adapun Antam Mulia Retro ukuran serupa dijual Rp1.317.000.
Meski harga jual mengalami penurunan, masyarakat tidak boleh mengabaikan harga buyback. Nilai pembelian kembali menjadi salah satu faktor penting untuk menghitung potensi keuntungan atau kerugian ketika investor memutuskan melepas kepemilikan emasnya.
Perlu diketahui, pergerakan harga emas dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global, nilai tukar mata uang, suku bunga, serta permintaan terhadap aset lindung nilai. Karena itu, penurunan harga dalam satu hari belum tentu menggambarkan arah pergerakan emas untuk jangka panjang.
Dengan kondisi harga yang kompak melemah pada awal November, calon pembeli memiliki kesempatan untuk membandingkan berbagai produk sebelum bertransaksi. Namun, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan keuangan, selisih harga jual dan buyback, serta tujuan penyimpanan emas dalam jangka panjang.(*)

