Jakarta, Semangatnews.com – Bentangan krisis melanda sistem transportasi Belgia setelah pegawai bandara dan sektor publik melakukan mogok massal. Akibatnya, dua bandara utama negara itu lumpuh total, dan layanan transportasi umum di ibu kota mengalami kekacauan besar.
Hampir semua penerbangan dari Bandara Brussels (Zaventem) dibatalkan, sementara Bandara Charleroi juga menghentikan seluruh keberangkatan. Kondisi ini membekukan lalu lintas udara domestik maupun internasional secara mendadak.
Mogok dipicu oleh penolakan terhadap reformasi pensiun dan pemangkasan belanja publik yang diusulkan pemerintah. Serikat pekerja utama Belgia menyatakan bahwa kebijakan baru tersebut akan merugikan generasi pekerja dan lansia.
Transportasi darat tak luput dari dampak. Jaringan kereta, trem, bus, dan metro di Brussels terpaksa menghentikan operasional sebagian besar rutenya. Penumpang terdampar, stasiun dan halte tampak lengang dan kacau.
Pintu-pintu masuk kota tersendat. Karena transportasi umum melemah, banyak warga terpaksa menggunakan kendaraan pribadi atau memilih tidak keluar rumah. Jalanan utama pun padat akibat penggunaan mobil pribadi meningkat tajam.
Beberapa titik aksi mogok diiringi insiden bentrokan ringan antara demonstran dan petugas keamanan. Gas air mata sempat digunakan untuk membubarkan massa yang mendesak memasuki kawasan transportasi publik.
Garis depan mogok menyebut bahwa reformasi pensiun akan menaikkan usia pensiun secara bertahap dan menurunkan manfaat tunjangan untuk pekerja tertentu. Pemerintah menegaskan reformasi diperlukan demi menjaga keuangan negara.
Namun serikat pekerja menyebut bahwa reformasi semacam itu “mengkhianati janji sosial negara” dan menimbulkan ketidakpastian bagi masa depan pekerja muda dan pensiunan.
Sebagai respons, pemerintah mengerahkan aparat keamanan tambahan ke bandara dan pusat kota. Beberapa penerbangan darurat dan rute penting tetap dijaga agar operasi kemanusiaan tak sepenuhnya terhenti.
Pihak maskapai pun menyarankan penumpang agar segera menghubungi agen atau mencari alternatif rute, meskipun banyak bandara asing juga membatalkan penerbangan ke Belgia menyusul mogok ini.
Mogok massal yang melumpuhkan transportasi Belgia itu diyakini bukan sekadar aksi tunggal—melainkan indikasi krisis sosial yang lebih dalam, terutama soal keuangan negara dan solidaritas sosial.
Kini publik menunggu bagaimana respons pemerintah—apakah akan mundur dari kebijakan reformasi atau berusaha menegosiasikan ulang tuntutan dengan serikat pekerja agar negara tak terus-menerus terguncang.(*)
